Metroikn, Samarinda – Semangat belajar tak berhenti meski usia terus bertambah. Hal itu terlihat dari kehadiran Sekolah Lansia Santa Mathilda yang kini menjadi ruang baru bagi para lanjut usia di Samarinda untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya.
Program ini bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi juga wadah pembelajaran dan interaksi sosial. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, bahkan ada yang berusia hingga 79 tahun dan tetap antusias mengikuti setiap kegiatan.
Kepala Sekolah Lansia Santa Mathilda, Benediktus Indrapraptono, menegaskan bahwa usia bukanlah batas untuk terus berkembang.
“Belajar tidak pernah mengenal usia. Di masa ini, kita punya waktu untuk berbagi cerita, menjaga kesehatan, dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Beragam aktivitas digelar untuk menjaga kebugaran fisik dan mental, mulai dari membaca, olahraga ringan, hingga diskusi. Semua kegiatan dirancang sederhana namun bermakna agar peserta tetap aktif dan terlibat.
Suasana belajar dibuat santai tanpa tekanan. Pendekatan ini diterapkan agar para lansia merasa aman, nyaman, dan bahagia saat mengikuti kegiatan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, tempat saling berbagi dan saling menjaga,” jelas Benediktus.
Selain belajar, para lansia juga didorong untuk tetap berkontribusi dalam lingkungan sosial. Pengalaman hidup yang mereka miliki diharapkan bisa menjadi sumber nilai dan inspirasi bagi generasi yang lebih muda.
Kehadiran Sekolah Lansia Santa Mathilda menjadi bukti bahwa masa tua tetap bisa dijalani secara produktif. Para peserta diharapkan mampu menjalani hidup dengan lebih bermakna serta memiliki kualitas hidup yang baik, baik secara fisik maupun mental.









