Pasar Segar Sepaku Mulai Ramai, Denyut Ekonomi IKN Kian Terasa

IKN25 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara, aktivitas ekonomi mulai menemukan ritmenya di Pasar Segar Sepaku. Sejak resmi beroperasi pada 30 Maret 2026, pasar ini perlahan dipadati pedagang dan pengunjung yang datang silih berganti.

Di dalam bangunan yang bersih dan tertata, para pedagang tampak sibuk membuka lapak, menata barang, hingga melayani pembeli. Suasana ini menghadirkan wajah baru pasar di kawasan IKN yang terasa lebih rapi dan nyaman.

Sebanyak 135 pedagang kini telah menempati kios dan los, meski pengisian masih berlangsung bertahap. Total tersedia puluhan kios dan los, baik untuk kebutuhan basah maupun kering, serta area foodcourt yang mulai diisi pelaku usaha kuliner.

Keberadaan pasar ini tidak hanya melayani kebutuhan warga sekitar, tetapi juga mulai dilirik pengunjung yang datang ke IKN. Ilmi Nafia, penjual oleh-oleh khas Nusantara, melihat peluang tersebut sebagai pasar baru.

“Pengunjung IKN bisa mampir ke sini sambil cari oleh-oleh,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang dinilainya jauh lebih modern dibanding sebelumnya.

“Kalau kebersihan, bersih banget di sini. Sudah lebih rapi dan lebih modern dari sebelumnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Burhan, pedagang konter telepon seluler, yang baru beberapa hari membuka usaha.

“Suasana pasar sangat bersih, rapi, sudah tertata,” ucapnya.

Meski begitu, belum semua tantangan teratasi. Arif, yang membuka jasa servis ponsel, menyebut masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan pasar ini.

“Kebersihan bagus, yang bersihkan tiap hari ada. Tidak ada kendala. Semoga semakin banyak pengunjung ke Pasar Segar Sepaku,” katanya.

Pasar yang berdiri di atas lahan 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama masing-masing dua lantai. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari area parkir, toilet, mushola, layanan kebersihan, hingga sistem keamanan CCTV yang beroperasi selama 24 jam.

Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyebut pembangunan pasar ini merupakan bagian dari penataan kawasan yang lebih luas.

“Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dengan dua lantai, sementara bangunan kedua seluas 970 meter persegi juga terdiri dari dua lantai. Bangunan modern Pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pasar ini juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah kawasan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Pembangunan dan penataan Pasar Segar Sepaku bertujuan melakukan beautifikasi kawasan serta peremajaan pasar, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, memastikan proses pembagian lapak dilakukan secara terbuka.

“Kami memastikan pembagian dan penataan los dan kios dilakukan secara fair melalui undian yang disaksikan banyak pihak termasuk pemerintah daerah setempat sehingga semua pedagang mendapatkan kesempatan yang sama,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh lapak segera terisi, mengingat potensi kunjungan ke kawasan IKN yang terus meningkat.

“Kami berharap para pedagang segera masuk untuk menempati los dan kios yang disiapkan. Karena kami ingin mengantisipasi tingginya kehadiran masyarakat yang datang ke kawasan IKN,” katanya.

Pasar ini dibuka setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.

“Pasar ini dibuka setiap hari, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi kapan saja,” ujar Steven dari Direktorat Pelayanan Sosial Otorita IKN.

Perlahan, Pasar Segar Sepaku tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang baru yang menghubungkan aktivitas ekonomi dengan kehidupan sosial di kawasan Nusantara.