metroikn, SAMARINDA — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana alam merupakan bentuk nyata bela negara yang relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Di tengah rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, ia menilai empati dan solidaritas sosial menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan.
Menurut Sri Wahyuni, makna bela negara tidak selalu diwujudkan melalui kekuatan fisik maupun simbol formal, melainkan melalui kesediaan masyarakat untuk hadir dan membantu sesama yang terdampak musibah.
“Ketika saudara-saudara kita menghadapi bencana, dan kita tergerak untuk membantu, itulah wujud bela negara yang paling konkret hari ini,” ujarnya.
Ia menilai, bencana alam tidak hanya menguji kesiapsiagaan negara, tetapi juga menjadi cermin sejauh mana kepedulian sosial dan rasa kebangsaan tumbuh di tengah masyarakat. Respons kolektif berupa bantuan kemanusiaan, dukungan moral, serta gerakan gotong royong dinilai mampu memperkuat ikatan sosial dalam situasi krisis.
Sri Wahyuni menekankan pentingnya solidaritas lintas daerah sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa. Ketika satu wilayah tertimpa bencana, daerah lain memiliki tanggung jawab moral untuk ikut meringankan beban, sebagai wujud rasa senasib dan sepenanggungan.
“Bela negara hari ini adalah bagaimana kita tidak berpaling dari penderitaan sesama. Kepedulian dan empati menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi bencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana perlu dibarengi dengan sikap disiplin dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Upaya menjaga lingkungan serta kepatuhan terhadap aturan dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Sri Wahyuni berharap kesadaran bela negara tidak berhenti pada momentum tertentu, melainkan tumbuh menjadi budaya yang tercermin dalam tindakan nyata masyarakat, terutama ketika bangsa diuji oleh bencana dan krisis kemanusiaan.
Dengan menjadikan kepedulian terhadap korban bencana sebagai inti bela negara, ia optimistis solidaritas sosial akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan dan persatuan bangsa.












