PPU Catat Deflasi, Bank Indonesia Ingatkan Risiko Cuaca dan Distribusi

EKOBIS27 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat deflasi pada September 2025. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,004 persen (mtm).

Lima komoditas utama yang menekan inflasi adalah bawang merah, cabai rawit, semangka, terong, dan kangkung. Penurunan harga bawang merah dan cabai rawit dipengaruhi meningkatnya produksi dari sentra Jawa dan Sulawesi yang mendorong pasokan lebih melimpah. Adapun turunnya harga terong dan kangkung ditopang hasil panen lokal, sementara semangka mengalami penurunan seiring melimpahnya pasokan dari wilayah Kalimantan Timur.

Meski deflasi tercatat, Bank Indonesia (BI) menilai terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi tekanan inflasi ke depan. “Prakiraan hujan berkepanjangan di sentra produksi serta gelombang laut tinggi bisa menjadi tantangan bagi kelancaran distribusi komoditas pertanian dan perikanan, di tengah permintaan yang masih kuat,” ungkap Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, Kamis (2/10/2025).

Optimisme masyarakat tetap terjaga, tercermin dari hasil survei konsumen di Balikpapan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2025 tercatat sebesar 118,3, masih berada di level optimis meski lebih rendah dibanding Agustus 2025 (129,8). “Kondisi ini menunjukkan konsumen tetap yakin terhadap ekonomi saat ini maupun ke depan,” jelas Robi.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, BI bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan, PPU, dan Paser akan terus bersinergi. Upaya pengendalian meliputi pemantauan harga secara periodik, sidak pasar, identifikasi dan mitigasi risiko kenaikan harga, serta penguatan kerja sama antar daerah. Selain itu, akan digelar pasar murah, operasi pasar, serta mendorong gerakan pemanfaatan lahan pekarangan untuk komoditas hortikultura.

“Ke depan, kami juga akan memperkuat program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) agar inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional 2025 sebesar 2,5±1 persen,” tandas Robi.