metroikn, PENAJAM – Metode pertanian organik bakal diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. Sekaligus memberikan keuntungan lebih bagi para petani setempat.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Thohiron, penerapan pertanian organik memiliki banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh petani di daerah, asal mereka memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi tersebut.
Ke depan, dia berharap semakin banyaknya petani yang beralih ke pertanian organik, sehingga Kabupaten PPU bisa menjadi daerah yang mandiri dalam hal pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Thohiron menjelaskan bahwa dengan pertanian organik, para petani bisa memperoleh hasil yang maksimal dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Kalau para petani ini kemudian serba bergantung pada pabrikan, daya beli kita yang tidak kuat, itu persoalannya. Nah, dengan organik, mudah-mudahan tidak mengurangi mutu tanaman, tidak mengurangi mutu tumbuhan yang kita tanam, tetapi hasilnya maksimal dengan biaya yang relatif murah,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Disebutkan, salah satu keuntungan utama dari pertanian organik, menurut Thohiron, adalah kemudahan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan, tanpa harus tergantung pada pabrik.
Para petani dapat memanfaatkan sumber daya lokal yang lebih alami dan mudah diakses, seperti kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam, serta sisa-sisa makanan rumah tangga yang bisa dijadikan kompos. “Ini kan murah, murah meriah,” katanya.
Namun, Thohiron juga menekankan pentingnya kreativitas petani, terutama generasi muda, dalam mengelola sumber daya tersebut.
“Tinggal masyarakatnya ini punya kreativitas untuk mengelola itu. Kalau kreativitas bicara petani muda, kita juga harus mendukung mereka,” tambahnya.
Meskipun begitu, Thohiron juga mengingatkan bahwa penerapan pertanian organik memerlukan pendekatan yang matang, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga terkait.
“Tidak hanya sekedar alami, tapi kita juga harus melihat kualitas dan efisiensi dari sistem pertanian yang kita terapkan,” tuturnya. (yan/metroikn)