Metroikn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda menuntaskan rehabilitasi darurat Pasar Segiri hanya dalam waktu sekitar satu bulan pascakebakaran yang sebelumnya melumpuhkan aktivitas ratusan pedagang.
Percepatan pemulihan ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai respons cepat pemerintah dalam menjaga denyut ekonomi kerakyatan tetap bergerak.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan pembangunan fisik telah rampung dan kini tinggal menunggu proses administrasi sebelum pasar kembali difungsikan.
Menurutnya, tahap berikutnya adalah serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda melalui bidang Cipta Karya kepada Dinas Perdagangan Kota Samarinda.
“Progresnya sudah selesai dalam waktu kurang lebih satu bulan. Minggu ini akan kita serahkan agar sekitar 140 pedagang terdampak bisa segera beraktivitas kembali,” ujarnya.
Andi Harun menegaskan, percepatan rehabilitasi bukan semata soal membangun ulang fasilitas yang rusak, melainkan memastikan roda ekonomi pedagang kecil tidak terhenti terlalu lama.
Menurutnya, keberlangsungan aktivitas para pedagang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
“Yang ingin kita pastikan adalah janji pemerintah benar-benar terwujud. Pedagang harus segera bangkit, karena mereka bagian penting dari ekonomi rakyat,” tegasnya.
Selain memulihkan fungsi pasar, pemerintah juga melakukan pembenahan tata ruang dan fasilitas. Wajah baru Pasar Segiri disebut tampil lebih tertata, bersih, dan layak dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kalau dibandingkan sebelumnya, tentu jauh lebih baik. Ini akan terus kita benahi agar semakin nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” katanya.
Ia mengakui proses rehabilitasi berjalan lebih cepat dari perkiraan, mengingat besarnya dampak kebakaran yang sempat melumpuhkan salah satu pusat perdagangan terbesar di Samarinda itu.
“Seolah belum lama kita melihat kondisi saat terbakar, sekarang sudah siap difungsikan kembali,” ungkapnya.
Meski demikian, Andi Harun mengingatkan bahwa keberlanjutan pengelolaan pasar membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama para pedagang.
Ia menekankan pentingnya disiplin bersama dalam menjaga fasilitas, khususnya untuk mencegah risiko kebakaran terulang.
“Ini tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga fasilitas yang ada dan menghindari potensi yang bisa memicu kebakaran,” pesannya.
Ke depan, pembinaan pengelolaan pasar akan diperkuat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) guna memastikan Pasar Segiri tetap tertib, aman, dan berkelanjutan.
Rampungnya rehabilitasi darurat ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Segiri sekaligus momentum pembenahan pasar tradisional yang lebih modern dan kompetitif.









