metroikn, Balikpapan – Pembangunan sistem kelistrikan yang modern di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dinilai bakal lebih efektif mengundang investasi masuk.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Timur (Kaltim), Slamet Brotosiswoyo, mengapresiasi pembangunan sistem kelistrikan IKN yang dilakukan oleh PLN.
Ketersediaan listrik menjadi krusial, terlebih bagi investor. Sebab, akan menumbuhkan minat dan kepercayaan investor terhadap kelangsungan pembangunan IKN.
“Kepastian itu juga harus jelas, karena beberapa kawasan, ketika perusahaan atau investasi masuk, justru pembangunan kelistrikan tidak ada kepastian, jadinya, mereka terpaksa membuat pembangkit sendiri,” sebut Brotosiswoyo.
Maka dari itu, ia yakin skema dan pembangunan kelistrikan yang dibangun di IKN akan menarik minat investor lokal dan asing nantinya. APINDO melihat bahwa iklim investasi berkaitan erat dengan ketersediaan listrik.
Untuk itu Brotosiswoyo berharap, pembangunan kelistrikan di IKN Nusantara dalam trek yang jelas.
“Dengan pembangunan kelistrikan di IKN, tentu makin banyak investor yang melirik IKN. Apalagi dengan pembangunan ramah lingkungan. Investor asing ataupun lokal semakin berminat, mengingat saat ini berlomba-lomba industri mencapai zero emission,” tambahnya.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, sepakat jika upaya PLN untuk lebih dulu menyediakan sitem kelistrikan di IKN perlu mendapat apresiasi. Terlebih ketersediaan listrik dapat menggairahkan investor untuk berinvestasi.
Ketersediaan listrik juga diyakini akan mendorong pertumbuhan industri di IKN Nusantara nantinya.
“Listrik sangat penting dalam semua sektor termasuk ekonomi,”
“Dengan demikian, tentu bagi kami kalangan pengusaha cukup senang. Karena ada kepastian kelistrikan di kawasan IKN. Kelistrikan ini juga kunci mengukur investasi masuk,” sambung Iwan.
Menurutnya, ketersediaan listrik harus menjadi prioritas, jika ingin mewujudkan masyarakat yang modern dan sejahtera. Secara pembangunan, IKN juga harus lebih modern.
“Apa yang sudah dilakukan PLN dengan konsep kabel transmisi dan peralatannya berada di bawah tanah termasuk pembangunan modern,” sebutnya.
HIPMI mengingatkan, bahwa listrik adalah bagian dari infrastruktur penting bagi perekonomian suatu negara. Bukan hanya dari sisi pembangunan, tapi semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dirgantara dan lainnya.
Sementara itu, PLN sebagai pelaksana tugas penyediaan listrik di IKN Nusantara berpegang teguh pada sistem kelistrikan yang modern, mendukung energi bersih, baru dan terbarukan.
General Manager (GM) PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT), Raja Muda Siregar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah serius membangun Gardu Induk (GI) 150 kV Kariangau Ext Arah GIS 4 IKN, SUTT 150 kV Kariangau Landing Point GIS 4 IKN, dan GIS 4 IKN.
Salah satu infrastruktur kelistrikan yang menunjang keindahan IKN yaitu SKTT 150 kV Landing Point GIS 4 IKN – GIS 4 IKN. Infrastruktur ini merupakan bagian penting untuk mengubah transmisi yang sebelumnya dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV menjadi SKTT 150 kV.
“PLN UIP KLT melaksanakan apa yang sudah menjadi penugasan. Tentu kami memerlukan dukungan semua pihak agar pekerjaan ini bisa selesai sesuai target,” demikian Raja.