FPK Kaltim Wanti-Wanti Potensi Konflik, Dialog Jadi Kunci

METROPOLIS23 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalimantan Timur mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat dan dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.

Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang, menilai perbedaan latar belakang suku, budaya, hingga pandangan merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak memicu gesekan sosial.

“Perbedaan itu harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan memicu perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi aman dan kondusif yang selama ini terjaga di Kalimantan Timur merupakan hasil komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, upaya menjaga kerukunan harus terus diperkuat, terutama di tengah perubahan dan perkembangan daerah.

FPK juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam menyampaikan aspirasi. Kebebasan berpendapat, menurutnya, harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak disertai tindakan yang merugikan kepentingan umum.

Sementara itu, Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi, menegaskan bahwa pendekatan dialog dan musyawarah menjadi langkah paling efektif dalam meredam potensi konflik.

“Pendekatan musyawarah lebih mampu meredam potensi konflik dibandingkan tindakan yang justru memperkeruh keadaan,” jelasnya.

FPK menilai potensi konflik perlu diantisipasi sejak dini karena dampaknya dapat meluas dan mengganggu aktivitas sosial maupun ekonomi. Kelompok masyarakat kecil seperti pedagang dan pekerja disebut paling rentan terdampak jika terjadi gangguan keamanan.

Melalui seruan ini, FPK Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga stabilitas daerah dengan mengedepankan komunikasi yang baik, sehingga kehidupan sosial tetap harmonis dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan optimal.