El Nino Diprediksi Picu Kemarau Panjang, Pemkot Balikpapan Minta Warga Bijak Gunakan Air

Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat mulai menerapkan pola hidup hemat air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko penurunan debit air baku yang dapat berdampak terhadap pasokan air bersih bagi warga.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah meminta masyarakat tidak panik, namun mulai meningkatkan kesadaran dalam penggunaan air sehari-hari.

Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, namun antisipasi harus tetap dilakukan.

“Kita sudah mengetahui ada potensi El Nino dan kemarau berkepanjangan. Karena itu, penggunaan air harus lebih hemat dan bijak,” ujar Rahmad Mas’ud, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketersediaan air baku. Salah satunya melalui optimalisasi Waduk Teritip yang kini telah berfungsi sebagai sumber tambahan air bersih bagi masyarakat Balikpapan.

Selain pengoperasian waduk, pemerintah juga akan melakukan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar guna meningkatkan kapasitas tampung air baku. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas distribusi air ketika debit air mulai menurun akibat kemarau panjang.

Rahmad menjelaskan kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat setiap tahun seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan aktivitas ekonomi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memperkuat berbagai sumber cadangan air agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin.

Ia juga mengajak masyarakat mulai membiasakan penggunaan air secara efisien, seperti mengurangi pemakaian air berlebihan, memperbaiki kebocoran saluran air di rumah, serta memanfaatkan kembali air untuk kebutuhan tertentu yang tidak memerlukan air bersih langsung.

Ia menegaskan bahwa pemerintah juga sudah mempersiapkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi, seperti memfungsikan Waduk Teritip.

“Waduk Teritip sudah berfungsi. Dalam waktu dekat kita juga melakukan pengerukan DAS Manggar untuk menambah kapasitas air baku kita,” katanya.

Rahmad menilai ketahanan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga sumber daya alam secara bersama-sama. Ia menegaskan penghematan air merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara kolektif.

Pemkot Balikpapan berharap langkah antisipatif yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko gangguan pasokan air bersih selama musim kemarau. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah optimistis Balikpapan mampu menghadapi ancaman El Nino dan tetap menjaga kebutuhan air warga tetap aman.

(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)