Gereja Bernuansa Budaya Nusantara di IKN Disiapkan Jadi Basilika Pertama Indonesia

IKN37 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) disiapkan menjadi basilika pertama di Indonesia. Persiapan tersebut ditinjau Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo saat melakukan kunjungan pastoral ke Nusantara, Selasa (20/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Kardinal Suharyo disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan gereja yang mengusung arsitektur inkulturasi budaya dan mengangkat nilai kerukunan antarumat beragama.

Kardinal Suharyo mengapresiasi upaya pembangunan gereja tersebut. Meski demikian, masih ada sejumlah persiapan teknis yang perlu diselesaikan sebelum gereja diresmikan sebagai basilika.

“Dan dari keterangan Bapak Basuki, saya merasa bahwa semua yang bekerja di sini sungguh-sungguh berusaha sebaik-baiknya. Tentu syukur, karena di dalam kompleks IKN ini ada gereja yang begitu besar, yang akan diresmikan sebagai basilika. Kalau nanti itu terjadi, inilah satu-satunya basilika di Indonesia,” ujar Kardinal Suharyo.

Gereja Santo Fransiskus Xaverius tidak hanya dirancang sebagai tempat ibadah umat Katolik. Bangunan tersebut juga mengedepankan inkulturasi, yakni perjumpaan nilai-nilai iman dengan budaya setempat yang diwujudkan melalui desain dan unsur arsitektur.

Konsep tersebut berjalan beriringan dengan gagasan kerukunan antarumat beragama yang turut dihadirkan melalui Plaza Kerukunan di kawasan gereja.

Plaza itu direncanakan menjadi penghubung dengan tempat-tempat ibadah agama lain di IKN. Kehadirannya diharapkan menjadi simbol kehidupan beragama yang saling menghormati di ibu kota baru Indonesia.

“Gerejanya dibangun dengan nuansa inkulturasi yang sangat kuat. Dengan nuansa cita-cita kerukunan antarumat yang sangat kuat. Ada Plaza Kerukunan, dan nanti akan dibangun juga sebagai simbol, sebagai lambang tempat-tempat ibadat yang lain,” kata Kardinal Suharyo.

Kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman pertama Kardinal Suharyo melihat langsung pembangunan IKN. Sebelumnya, ia mengikuti perkembangan proyek ibu kota baru itu melalui pemberitaan media cetak dan televisi.

Setelah meninjau kawasan Nusantara, Kardinal Suharyo memandang pembangunan IKN sebagai bagian dari kebutuhan masa depan Indonesia.

“Saya belum pernah ke sini, hanya membaca dari koran dan melihat di televisi. Ini tentu suatu pembangunan masa depan yang sudah dibutuhkan,” ujarnya.

Rencana menjadikan Gereja Santo Fransiskus Xaverius sebagai basilika menambah dimensi keagamaan dalam pengembangan IKN. Di kawasan yang dibangun sebagai pusat pemerintahan baru itu, gereja tersebut juga dirancang menghadirkan pesan inkulturasi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Meski demikian, status basilika baru dapat dipastikan setelah proses dan persyaratan yang berlaku dipenuhi. Hingga saat ini, persiapan teknis masih menjadi bagian yang perlu dituntaskan sebelum peresmian.