Karhutla dan Harga Pangan Jadi Perhatian, BI Bantu Peralatan Pemadam di PPU dan Paser

METROPOLIS106 Dilihat

Metroikn, Penajam Paser Utara – Inflasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mencapai 4,11 persen sepanjang Januari hingga September 2026. Di tengah tekanan harga pangan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan peralatan pemadam untuk memperkuat kesiapan petugas di PPU dan Kabupaten Paser.

Bantuan melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan itu diserahkan pada Kamis (8/10/2026). Sebelumnya, bantuan tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Bank Indonesia kepada pimpinan BPBD PPU dan Paser di Balikpapan pada 20 September 2026.

Di PPU, bantuan diserahkan Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi kepada Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD PPU I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan. Penyerahan disaksikan Sekretaris Daerah PPU Tohar dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Sementara itu, bantuan untuk Kabupaten Paser diserahkan kepada Kepala BPBD Paser Ruslan.

Peralatan yang disalurkan meliputi pompa jinjing pemadam, tandon air portabel, selang, nozzle pemadam, hingga nozzle suntikan gambut. Petugas juga menerima perlengkapan keselamatan berupa sepatu bot, baju tahan api, helm, respirator, sarung tangan, kacamata pelindung, dan lampu kepala.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung kesiapan petugas dalam menangani kebakaran, terutama di lokasi yang membutuhkan peralatan khusus. Penanganan karhutla juga memerlukan koordinasi antarlembaga serta kesiapan personel di lapangan.

Inflasi PPU Lampaui Batas Sasaran

Selain bantuan penanggulangan karhutla, BI Balikpapan juga mendorong pengendalian harga pangan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).

Inflasi PPU secara kumulatif atau year to date (ytd) mencapai 4,11 persen selama Januari hingga September 2026. Angka tersebut melampaui batas atas sasaran inflasi nasional 2026, yakni 3,5 persen.

Tekanan harga pangan turut menjadi perhatian di tengah menurunnya pasokan sejumlah komoditas dari daerah sentra produksi. Kondisi kemarau yang memengaruhi produksi pangan ikut memberi tekanan terhadap ketersediaan barang di pasar.

“Kondisi cuaca kemarau dampak El Niño di daerah sentra produksi memengaruhi tingkat produksi pangan, di tengah kuatnya permintaan masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Robi dalam keterangan tertulis terkait perkembangan inflasi, Jumat (2/10/2026).

Untuk menjaga harga tetap terkendali, BI Balikpapan bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar murah, dan operasi pasar selama triwulan IV 2026.

Hingga akhir tahun, direncanakan 10 kegiatan stabilisasi harga pangan di Balikpapan dan 13 kegiatan di PPU. Pelaksanaannya akan diperluas ke berbagai kecamatan dengan melibatkan TPID, distributor utama, Bulog, dan Pertamina Patra Niaga.

Intervensi tersebut juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis, terutama barang yang harganya berada di atas harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP).

Tani Camp Dorong Produksi Pangan

BI Balikpapan turut memantau tindak lanjut program Tani Camp 2026 di Balikpapan, PPU, dan Paser. Program ini mencakup pendampingan budidaya pertanian dan peternakan, pemanfaatan pekarangan melalui pertanian perkotaan atau urban farming, serta penggunaan bahan organik.

Di Balikpapan dan PPU, tanaman cabai, tomat, dan terong yang dibudidayakan kelompok PKK, sekolah, serta kelompok tani dilaporkan tumbuh baik dan sebagian mulai berbuah.

Sementara itu, peternak ayam petelur di Paser mulai menerapkan pakan mandiri untuk meningkatkan efisiensi usaha. Namun, ketersediaan bahan baku, terutama jagung, masih menjadi tantangan sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat pasokan.

Di luar sektor pangan dan penanggulangan karhutla, BI Balikpapan juga menjalankan program Bedah Buku Penulis Lokal (Bebukuan) 2026.

Di Balikpapan, enam buku karya penulis lokal telah dibedah sejak Juli, dengan tiga buku tambahan direncanakan hingga akhir tahun. Di Paser, satu buku telah dibedah pada Maret. Sementara di PPU, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada November dan Desember dengan empat buku.

Rangkaian program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, meningkatkan literasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat di wilayah kerja BI Balikpapan.