Kalau Bandara Sepinggan dalam Kondisi Darurat, Siapa Bergerak Lebih Dulu?

METROPOLIS42 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kecelakaan pesawat atau ancaman keamanan di bandara membutuhkan respons dalam hitungan menit. Karena itu, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menguji kesiapan lintas instansi menghadapi situasi tersebut.

Pengujian dilakukan melalui Table Top Exercise yang melibatkan kepolisian, TNI, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, otoritas bandara, maskapai hingga fasilitas kesehatan, Rabu (30/9/2026).

Latihan ini tidak dilakukan dalam bentuk pengerahan pasukan di lapangan. Peserta membedah skenario keadaan darurat dan keamanan untuk melihat bagaimana koordinasi berjalan ketika kondisi tersebut benar-benar terjadi.

Salah satu yang dibahas adalah jalur komunikasi darurat. Peserta menyepakati kebutuhan komunikasi yang jelas, termasuk kesiapan perangkat Radio HT yang dapat digunakan antarinstansi.

Perubahan status keamanan juga menjadi perhatian. Setiap pihak perlu mengetahui kapan kondisi tertentu harus dinaikkan statusnya dan respons apa yang harus dilakukan sesuai prosedur.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan ancaman terhadap penerbangan sipil terus berkembang sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

“Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bandara merupakan hal yang mutlak,” ujar Iwan.

Pembahasan tersebut digelar bersamaan dengan Airport Emergency Committee (AEC) Meeting dan Airport Security Committee (ASC) Meeting III Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Bandara SAMS Sepinggan.

AEC membahas kesiapan menghadapi keadaan darurat, sedangkan ASC berkaitan dengan aspek keamanan penerbangan. Keduanya kemudian dipadukan dengan simulasi berbasis skenario melalui Table Top Exercise.

“Sesuai ketentuan, Airport Emergency Committee Meeting dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun dan dirangkaikan dengan Table Top Emergency Exercise. Sementara itu, berdasarkan KM 39 Tahun 2024, pertemuan komite keamanan bandara dilakukan minimal empat kali dalam setahun, di mana pertemuan ke-III tahun ini kami padukan dengan Table Top Security Exercise,” terang Iwan.

Menurut Iwan, simulasi diperlukan agar setiap anggota komite tidak hanya mengetahui prosedur, tetapi juga memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kondisi darurat.

“Melalui simulasi Table Top Exercise, seluruh anggota komite diajak menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing instansi saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area bandara,” tambahnya.

Sejumlah instansi ikut dalam pembahasan tersebut. Di antaranya Lanud Dhomber Balikpapan, Otoritas Bandara Wilayah VII, Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, Balai Karantina, maskapai penerbangan serta rumah sakit dan puskesmas rujukan.

Masing-masing memiliki peran berbeda ketika terjadi keadaan darurat. Polisi berkaitan dengan pengamanan, Basarnas dengan operasi pencarian dan pertolongan, BMKG dengan informasi cuaca, AirNav dengan navigasi penerbangan, sementara fasilitas kesehatan menyiapkan penanganan medis.

Karena itu, persoalan komunikasi menjadi penting. Informasi yang terlambat atau tidak sampai kepada instansi yang tepat dapat memengaruhi respons ketika situasi membutuhkan penanganan cepat.

Dari simulasi tersebut, peserta menyepakati sejumlah kebutuhan, mulai dari jalur komunikasi darurat, perangkat komunikasi antarinstansi, kejelasan transisi status keamanan hingga respons sesuai standar operasional penerbangan.

Bagi Bandara SAMS Sepinggan, latihan semacam ini menjadi bagian dari evaluasi kesiapan menghadapi kondisi yang tidak diharapkan. Tujuannya memastikan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, setiap instansi sudah mengetahui siapa yang harus bergerak, siapa yang harus dihubungi dan bagaimana koordinasinya dilakukan.