Peserta Melonjak, IMERC 2026 Satukan Tim Rescue Indonesia dan Australia di Balikpapan

METROPOLIS68 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Sebanyak 24 Emergency Response Team (ERT) dari Indonesia dan Australia mulai berkompetisi dalam Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 yang resmi dibuka di Training Ground Garuda Rescue Nusantara (GRN), Balikpapan, Kamis (6/8/2026). Jumlah peserta meningkat dibanding penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti 18 tim.

Tingginya minat perusahaan mengikuti kompetisi membuat panitia tidak dapat mengakomodasi seluruh pendaftar. Sedikitnya tujuh perusahaan masuk daftar tunggu karena keterbatasan waktu pelaksanaan dan jumlah adjudicator atau juri.

Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Adri Thanada, mengatakan peningkatan peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian perusahaan terhadap kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di sektor pertambangan.

“Tahun lalu peserta kita hanya 18 tim. Tahun ini peminatnya sangat membeludak sehingga kami naikkan menjadi 24 tim. Masih ada sekitar tujuh perusahaan yang masuk waiting list, tetapi tidak bisa kami terima lagi karena keterbatasan waktu dan jumlah adjudicator,” ujarnya.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, seluruh skenario yang dipertandingkan tahun ini disusun berdasarkan insiden yang benar-benar terjadi di industri pertambangan dalam satu tahun terakhir.

Salah satu tantangan baru adalah simulasi Confined Space Rescue menggunakan replika tongkang batu bara. Menurut Adri, skenario tersebut dipilih karena kecelakaan di area tongkang masih kerap terjadi.

“Setiap tahun selalu ada kejadian fatal di area tongkang. Karena itu kami membuat simulasi dari potongan tongkang yang sebenarnya agar peserta menghadapi kondisi yang mendekati situasi di lapangan,” katanya.

IMERC 2026 juga memperkuat kerja sama internasional dengan Mine Emergency Response Competition (MERC) Australia. Sebanyak 24 delegasi dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat hadir sebagai peserta, instruktur, adjudicator, maupun panitia.

Adri mengatakan kolaborasi tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman karena kemampuan tim penyelamat Indonesia juga mendapat perhatian dari peserta luar negeri.

“Australia memang unggul di bidang medical rescue. Namun untuk underwater rescue, vertical rescue, confined space, hingga fire rescue, mereka juga ingin belajar dari pengalaman yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Ketua Panitia IMERC 2026, Koko Prayitno, menilai kompetisi ini menjadi kesempatan bagi para rescuer untuk mengasah kemampuan sekaligus mempelajari teknik penyelamatan terbaru.

“Semakin baik kompetensi rescuer, semakin cepat korban bisa ditangani pada masa-masa kritis. Itu yang terus kami dorong melalui IMERC,” katanya.

Selain perlombaan, IMERC 2026 juga menggelar Workshop Incident Management Training bersama instruktur dari Australia, melibatkan lebih dari 320 observer dari berbagai perusahaan, serta menggandeng relawan, pelaku UMKM, dan lembaga sosial.

Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Ari Hendarwanto, mengatakan sektor energi dan pertambangan memiliki tingkat risiko tinggi sehingga peningkatan kemampuan tim penyelamat perlu terus dilakukan.

“Kami mendukung penuh penyelenggaraan IMERC 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat di sektor pertambangan,” ujarnya.

Sementara itu, Founder MERC Australia, Sue Steele, menyebut IMERC telah berkembang menjadi forum pembelajaran bagi komunitas rescue dari berbagai negara.

“Indonesia adalah rumah kedua kami. Bertandinglah dengan integritas, saling belajar, dan pastikan semua orang pulang dengan selamat,” katanya.

Usai pembukaan, kompetisi memasuki Challenge Day mulai 7 Agustus 2026 dengan delapan kategori, yakni Theory Test, Individual Skill, Road Crash Rescue, Vertical Rescue, Confined Space Rescue, Structural Fire Fighting, Underwater Rescue & Recovery, serta Firefighter Combat Challenge. Seluruh kategori menggunakan skenario keadaan darurat yang dirancang menyerupai kondisi di lapangan.