Pipa Ada, Air Tak Mengalir, DPRD Bongkar Masalah Layanan Air di Samarinda

METROPOLIS31 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Di balik capaian layanan air bersih yang disebut telah menyentuh 84 persen, DPRD Samarinda justru melihat celah ketimpangan yang belum terselesaikan. Wilayah pinggiran masih tertinggal, sementara target layanan penuh dinilai terlalu lambat jika harus menunggu hingga 2029.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mendorong percepatan yang lebih ambisius. Menurutnya, akses air bersih merupakan hak dasar yang tidak bisa ditunda hanya karena batas waktu program.

“Kita tidak harus terpaku pada target 2029. Jika infrastruktur dan sistemnya bisa kita percepat ke tahun 2027 atau bahkan lebih awal, itu akan menjadi prestasi besar bagi pemenuhan hak masyarakat,” ujarnya.

Sorotan mengarah pada kondisi riil di lapangan. Meski angka cakupan terlihat tinggi, sejumlah kawasan seperti Bendang di Kecamatan Samarinda Ulu masih menghadapi keterbatasan akses. Warga di wilayah tersebut terpaksa mengandalkan sumber air alternatif dengan kualitas yang belum sepenuhnya terjamin.

Masalah lain yang mencuat adalah fenomena yang disebut sebagai pipa mati. Jaringan sudah terpasang, namun air tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Bukan hanya soal memasang pipa, tapi memastikan airnya sampai ke keran warga. Kami masih menemukan laporan jaringan sudah ada, tetapi distribusi airnya macet atau tidak optimal. Ini PR besar yang harus segera dibenahi,” tegasnya.

Untuk mengejar ketertinggalan, DPRD mendorong pemetaan wilayah prioritas secara lebih presisi. Langkah ini dinilai krusial agar pembangunan Instalasi Pengolahan Air dan perbaikan jaringan pipa lama dapat dilakukan secara efektif sekaligus efisien dari sisi anggaran.

Ronal juga mengingatkan agar solusi jangka pendek tidak dijadikan andalan permanen. Salah satunya pemanfaatan air dari bekas lubang tambang yang sempat menjadi opsi di beberapa wilayah.

“Pemanfaatan lubang tambang itu hanya jangka pendek. Masyarakat berhak mendapatkan sistem layanan air bersih yang layak, sehat, dan berkelanjutan dari sumber yang benar-benar teruji,” tambahnya.

DPRD berharap percepatan ini lahir dari sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kota dan Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Bukan sekadar mengejar angka cakupan, melainkan memastikan seluruh warga benar-benar menikmati air bersih yang layak hingga ke wilayah terpinggirkan.