Metroikn, Samarinda – Usai libur panjang Lebaran 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyakit yang kerap muncul setelah peningkatan aktivitas.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menyebut penyakit saluran pernapasan dan pencernaan masih menjadi yang paling banyak ditemukan di tengah masyarakat.
“Yang masih mendominasi itu penyakit saluran pernapasan dan pencernaan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari dua faktor utama, yakni lingkungan dan individu. Lingkungan yang tidak terjaga dapat mempercepat penyebaran penyakit, terutama yang bersifat menular.
Ismed menilai peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti melalui gotong royong di tingkat RT hingga kelurahan, turut memberi dampak positif. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) disebut mengalami penurunan.
“Kalau lingkungan terjaga dengan baik, kita bisa menghindari berbagai penyakit. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kasus DBD juga menurun,” jelasnya.
Selain faktor lingkungan, kondisi kesehatan individu juga menjadi perhatian. Masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan seimbang serta istirahat yang cukup, terutama setelah masa libur yang padat aktivitas.
Dinkes juga menyoroti penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang masih menjadi perhatian. Kedua penyakit tersebut masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan terus dipantau melalui layanan kesehatan.
Pasien dengan penyakit kronis diminta rutin memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar kondisi tetap terkontrol.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga risiko peningkatan kasus penyakit pasca libur dapat ditekan,” pungkasnya.









