metroikn, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat kembali dilakukan Kelurahan Kariangau melalui kegiatan Pelatihan Manajemen Risiko Bencana Berbasis Pokmas yang digelar pada Kamis, 27 November 2025 di Aula Kantor Kelurahan Kariangau. Kegiatan ini diinisiasi LPM Kariangau dan menggandeng BPBD Kota Balikpapan serta Kecamatan Balikpapan Barat.
Pelatihan dihadiri narasumber dari BPBD, yakni Kepala Seksi Kesiapsiagaan Sholahuddin Malik serta staf operasional Rizal, yang diberikan mandat langsung melalui Surat Tugas BPBD. Warga dari berbagai RT turut serta dalam kegiatan yang berlangsung interaktif sejak pagi.
Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, mengatakan pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan konsep dasar manajemen risiko bencana, tetapi juga difokuskan pada kemampuan masyarakat melakukan langkah-langkah penyelamatan awal sebelum tenaga kesehatan tiba.

“Dalam kondisi darurat, sering kali petugas membutuhkan waktu lebih dari empat menit untuk mencapai lokasi. Karena itu yang paling dekat dengan korban harus memahami tindakan awal agar nyawa dapat diselamatkan,” jelasnya.
Materi inti pelatihan menyoroti Bantuan Hidup Dasar (BHD), yaitu usaha mempertahankan hidup pada korban yang mengalami henti napas atau henti jantung. Peserta diajarkan cara mengenali korban tidak sadar, memeriksa respon dan nadi, memanggil bantuan, serta melakukan kompresi dada dan bantuan napas bila diperlukan. Prinsip sederhana seperti memastikan keamanan di sekitar korban, menempatkannya dengan benar, hingga teknik membuka jalan napas disampaikan dengan bahasa mudah dipahami.
Ketua LPM Kariangau, Bejo Pawiro Utomo, menyampaikan bahwa kemampuan ini harus dimiliki warga karena sering kali keluarga, tetangga, atau orang yang berada paling dekatlah yang pertama kali menemukan korban.
“Langkah cepat di menit-menit awal sangat menentukan keselamatan. Kami ingin peserta memahami bahwa BHD bukan hal rumit, tetapi ketrampilan dasar yang bisa dipelajari siapa saja,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tindakan pada kasus tersedak, termasuk teknik penanganan sederhana seperti dorongan perut (abdominal thrust) dan langkah aman sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan menggunakan ambulans.
Kasi Kesos Kecamatan Balikpapan Barat, Badawi, mengapresiasi antusiasme warga Kariangau yang dinilainya cukup tinggi. Menurutnya, pelatihan berbasis kelompok masyarakat seperti ini sangat strategis untuk memperkuat mitigasi bencana di tingkat kelurahan.
“Semakin banyak warga yang menguasai keterampilan dasar, semakin cepat pula penanganan ketika situasi darurat muncul. Kecamatan sangat mendukung kegiatan seperti ini untuk diperluas ke wilayah lain,” ungkapnya.
Pelatihan ditutup dengan simulasi sederhana bagaimana memberikan pertolongan awal kepada korban dan teknik menempatkan korban pada posisi pemulihan. Penyelenggara berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal saat menghadapi kejadian tak terduga di lingkungan mereka.












