Dispora Kaltim Ungkap Dampak Pengurangan DBH terhadap Persiapan Menuju PON

KALTIM, OLAHRAGA29 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Pengurangan anggaran menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) dalam upaya mengejar target tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, Jumat (14/11/2025).

Faisal mengatakan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) berdampak langsung pada proses pembinaan atlet maupun kesiapan organisasi olahraga. Kondisi tersebut diakui menjadi hambatan nyata bagi Kaltim untuk bersaing dalam perolehan medali.

“DBH yang menurun tentu mempengaruhi pembinaan. Ini tantangan bagi kita untuk tetap mengejar target tiga besar yang ditetapkan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa setelah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Dispora akan memetakan kembali cabang olahraga (cabor) yang dianggap paling siap untuk diusung ke PON 2028. Meski waktu persiapan masih mencukupi, keterbatasan anggaran memaksa pemilihan cabor dilakukan lebih selektif.

“Usai Porprov 2026, pemetaan akan dilakukan. Kita lihat cabor mana yang realistis untuk didorong. Waktu cukup, tapi kendalanya tetap soal anggaran,” jelasnya.

Menurut Faisal, beberapa cabor masih menjadi tulang punggung Kaltim dalam perolehan medali, seperti renang, atletik, dan dansa. Cabor bela diri juga menjadi fokus utama karena kontribusinya yang dominan pada ajang sebelumnya.

“Renang, atletik, dan dansa tetap punya peluang besar. Sementara untuk bela diri, kontribusi medalinya sangat tinggi dan itu harus dijaga,” lanjutnya.

Sebagai langkah awal penyusunan strategi, Dispora Kaltim berencana menggelar forum group discussion (FGD). Kegiatan tersebut akan menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah taktis yang lebih terukur.

“Dalam waktu dekat kami siapkan FGD untuk membedah strategi agar target tiga besar bisa dikejar secara realistis,” tutupnya.