metroikn, Penajam – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera menyerahkan lagi 67 unit hunian di dua kawasan relokasi warga terdampak bencana.
Hunian terdiri dari 27 unit bagi warga terdampak longsor di RT 006 dan 007, Desa Telemow tahun 2018. Serta 40 unit bagi warga terdampak kebakaran di gang Buaya, kelurahan Penajam tahun 2019.
Dua kawasan relokasi tersebut telah diresmikan oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, baru-baru ini.
Kepala Disperkimtan PPU, Riviana Noor, menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui pihaknya pada tahun 2023 melanjutkan pembangunan rumah relokasi bagi korban longsor di Desa Telemow. Pembangunan 6 unit hunian tahun itu melengkapi 21 unit yang lebih dahulu rampung dibangun di atas lahan seluas 9.200 meter persegi.
Seluruh huniat bertipe 36 dengan masing-masing kaveling sekitar 100 meter persegi. Kawasan relokasi turut dilengkapi sarana lainnya.
“Untuk relokasi longsor di Telemow itu ada 27 unit rumah, sudah kita Provisional Hand Over (PHO),” terangnya belum lama ini.
Sementara itu, hunian relokasi lainnya bagi warga terdampak kebakaran di gang Buaya, Kelurahan Penajam. Tahun 2021 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU merampungkan pembangunan 20 hunian relokasi di atas lahan 13.000 m persegi itu. BPBD turut membangun Madrasah Ibtidaiyah di perumahan relokasi tersebut dilanjut menyerahkan kepada warga yang berhak.
Disperkimtan melanjutkan pembangunan hunian sebanyak 40 unit pada tahun 2023. Hunian tersebut bertipe 36 dengan luas masing-masing kaveling 112 meter persegi.
“Relokasi kebakaran di Penajam segera kita proses serah terima. Tinggal pemasangan PDAM. Secara keseluruhan ada 60 unit. Rencananya akan dihuni tahun ini. Nanti kita coba membuat SK hunian kepada masing – masing penghuni,” jelasnya.