AMAK Kaltim Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Renovasi Gedung DPRD, Kredit Macet, hingga Laporan Pajak Pejabat

KALTIM13 Dilihat

JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Kalimantan Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2025).

Dalam aksinya, massa menuntut KPK segera menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan korupsi yang telah mereka sampaikan, mulai dari kasus kredit macet Bank Kaltimtara hingga renovasi gedung DPRD Provinsi Kaltim.

“Ini bentuk komitmen kami. Ini kali kedua kami datang dan melakukan aksi damai di depan KPK RI. Kami tidak akan main-main dengan komitmen ini,” tegas Koordinator Aksi AMAK Kaltim, Adi Haryanto.

Sejumlah poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut, di antaranya bertuliskan Hijrah untuk Kebaikan bukan untuk Pungli, Kaltim bukan Warisan Keluarga, KPK Usut Tuntas Renovasi Gedung A, B, C, D, E DPRD Provinsi Kaltim, hingga Usut Kredit Macet Bank Kaltimtara.

Adi menegaskan pihaknya akan terus menggelar aksi secara berkelanjutan bila perlu sekali dalam seminggu hingga KPK merespons tuntutan mereka. “Yang jelas kami akan lakukan aksi damai ini secara rutin sampai KPK menindaklanjuti laporan kami,” katanya.

Adapun tuntutan AMAK Kaltim dalam aksi kali ini, yaitu:

  1. Mendesak KPK berkoordinasi dengan PPATK dan OJK untuk mengaudit kredit macet pada Bank Kaltimtara.
  2. Mendesak KPK menyelidiki dugaan korupsi renovasi gedung DPRD Provinsi Kaltim.
  3. Mendesak KPK berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memeriksa laporan pajak perusahaan yang diduga terkait pejabat di Kalimantan Timur.

Menurut Adi, AMAK siap membantu KPK dalam pemberantasan korupsi di daerah. “Data yang kami punya pasti kami serahkan ke KPK. Kami berharap ini mempercepat proses penanganan kasus,” ujarnya.

Selain di KPK, AMAK Kaltim juga menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung RI. “Setelah aksi di KPK, kami lanjutkan ke Kejagung. Gerakan ini akan terus berkelanjutan,” tutup Adi.