Dapat Dukungan Finlandia dan Uni Eropa, IKN Percepat Implementasi Smart City 2026–2028

IKN11 Dilihat

metroikn, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat upaya membangun kota cerdas berstandar global melalui kerja sama strategis dengan Pemerintah Finlandia dan Uni Eropa. Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Otorita IKN, Kamis (27/11/2025), sebagai kelanjutan dari rangkaian kerja sama terkait pengembangan smart building di kawasan Nusantara.

Pertemuan ini menindaklanjuti assessment bersama pada sejumlah fasilitas IKN, seperti Gedung Kantor Otorita IKN, Gedung Kemenko 4, dan Tower Hunian ASN 3. Assessment tersebut memetakan potensi pengembangan dan menghasilkan serangkaian rekomendasi teknis serta rencana pendampingan penerapan standar smart building di Nusantara.

European Union Cooperation Facility (EUCF) menyampaikan tiga pilar utama pembangunan smart city: Building System, System Integration, dan Enterprise Integration. EUCF juga memaparkan roadmap lengkap beserta rekomendasi teknis yang dapat menjadi acuan percepatan transformasi kota cerdas.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas dukungan para mitra internasional. “Mendengar rekomendasi yang dipaparkan, kami sangat percaya diri bahwa kami akan memiliki sistem smart city yang lebih baik. Tolong bantu dan pandu kami bagaimana cara yang tepat dalam mengimplementasikannya,” ujarnya.

Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung pengembangan smart city di IKN. “Kami akan mendukung IKN dalam bidang security dan data, sekaligus membuka peluang investasi pada sektor smart city,” katanya.

Sementara itu, Program Manager Delegasi Uni Eropa, Shanaz Patel, memastikan keberlanjutan kolaborasi jangka panjang. “Kami berkomitmen menjalankan kerja sama jangka panjang. Dalam waktu dekat, kami akan memberikan dukungan untuk proses pengadaan sesuai hasil assessment,” tuturnya.

Berdasarkan laporan EUCF, rekomendasi prioritas yang perlu ditindaklanjuti meliputi integrasi pusat data melalui command center, termasuk integrasi sistem alarm kebakaran, kamera CCTV, serta penyempurnaan regulasi dan prosedur untuk mendukung ekosistem kota cerdas.

Tahapan implementasi hasil assessment dibagi menjadi tiga fase: eksplorasi spesifikasi dan pengadaan smart building pada 2026, uji coba sistem pada 2027, dan implementasi penuh pada 2028.

Dengan dukungan teknis Finlandia dan Uni Eropa, Otorita IKN menargetkan percepatan implementasi smart city yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sebagai fondasi mewujudkan Nusantara sebagai kota masa depan berteknologi tinggi dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.