Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Luncurkan Program “Bubuhan Lautera” untuk Pelestarian Pesisir Lamaru

METROPOLIS39 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan Program “Bubuhan Lautera” (Pelestarian Alam Laut Terpelihara dan Budidaya Rumput Laut) di Pantai Lamaru, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Program ini menjadi upaya terpadu untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Peresmian program dihadiri Manager CSR & SMEPP Management Pertamina Patra Niaga Commercial & Trading (C&T), Eko Kristiawan, bersama Aviation Fuel Terminal Manager Sepinggan Group sekaligus pemilik program, I Komang Budhiarta.

Program Bubuhan Lautera menitikberatkan pada tiga aspek utama: edukasi ekosistem laut, perbaikan lingkungan pesisir, dan pengembangan budidaya rumput laut. Dua kelompok binaan dilibatkan, yakni Sekolah Pantai Indonesia yang beranggotakan 30 relawan muda, serta kelompok budidaya rumput laut Cikal Bahari yang beranggotakan 20 orang.

Sebagai wilayah penopang kehidupan masyarakat pesisir, kawasan Lamaru menghadapi tantangan abrasi, penurunan kualitas ekosistem, hingga fluktuasi penghasilan nelayan. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga mendorong kolaborasi antara masyarakat, komunitas lingkungan, dan dunia pendidikan untuk menjaga kesehatan laut sembari membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Pada pilar edukasi, Sekolah Pantai Indonesia memberikan pelatihan bagi pelajar, termasuk mengenalkan inovasi “Bank Mangrove Indonesia” sebagai sarana pembelajaran dan aksi pelestarian mangrove. Untuk pilar perbaikan lingkungan, kegiatan dilakukan melalui penanaman mangrove dengan pelindung safety cone bekas, pembuatan rumah ikan, serta aksi bersih pantai. Sementara pada pilar budidaya rumput laut, kelompok Cikal Bahari mendapatkan pendampingan teknik budidaya dan pengelolaan keramba yang ramah lingkungan.

Manager CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga C&T, Eko Kristiawan, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini. “Program Bubuhan Lautera menunjukkan bagaimana sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pendidikan dapat memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan ekonomi pesisir,” ucapnya.

I Komang Budhiarta, penggagas program, menilai potensi pengembangan biota laut di Lamaru masih sangat besar. Ia menjelaskan rencana pemanfaatan tenaga bayu berkapasitas 500 watt per tiang sebagai energi alternatif dalam pengembangan budidaya. “Teknologi ini fleksibel dan mengikuti arah angin sehingga cocok untuk kawasan pesisir,” terangnya.

Dari sisi masyarakat, Ketua Kelompok Budidaya Cikal Bahari, Sarni, menyampaikan bahwa pendampingan yang berlangsung selama tiga bulan menunjukkan perkembangan signifikan. Ia berharap model pembinaan ini dapat diperluas ke pesisir Balikpapan lainnya.

Hal senada disampaikan Sugandi, Guru SMKN 5 Balikpapan sekaligus Ketua Yayasan Sekolah Pantai Indonesia, yang menekankan pentingnya konservasi berbasis praktik langsung. “Kami menerapkan konsep integrasi rumah ikan di bawah dan budidaya rumput laut di atas. Upaya ini kami kombinasikan dengan alat tangkap ramah lingkungan serta edukasi mangrove,” ujarnya.

Program Bubuhan Lautera sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama poin 14 tentang ekosistem laut dan poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi. Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga berharap kawasan pesisir Balikpapan tetap lestari sekaligus memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.