metroikn, SAMARINDA – Tiga kuliner tradisional khas Samarinda, Amparan Tatak, Amplang, dan Bubur Peca, tengah diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Nasional tahun 2025.
Langkah ini menjadi bentuk upaya menjaga identitas lokal sekaligus mengangkat potensi ekonomi berbasis budaya.
Kepala Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, menjelaskan bahwa ketiga kuliner tersebut memiliki nilai historis, kultural, dan sosial yang kuat di tengah masyarakat Samarinda.
“Setiap kuliner tradisional memiliki cerita dan makna tersendiri yang lahir dari kehidupan masyarakatnya. Itulah yang ingin kita jaga dan teruskan,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, Bubur Peca sudah lama menjadi bagian dari tradisi keagamaan di Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda Seberang, sedangkan Amparan Tatak dan Amplang dikenal luas sebagai identitas kuliner yang memperkenalkan Samarinda di berbagai daerah.
Barlin menilai, pelestarian kuliner tradisional bukan sekadar menjaga resep lama, tetapi juga melestarikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang melekat di dalamnya.
“Kuliner tradisional adalah bagian dari memori kolektif masyarakat. Saat kita melestarikannya, kita sebenarnya menjaga jati diri dan rasa kebersamaan yang tumbuh dari generasi ke generasi,” tambahnya.
Selain aspek budaya, keberadaan kuliner khas juga dinilai membuka peluang bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif. Produk lokal yang mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya akan memiliki nilai jual lebih tinggi dan bisa memperkuat posisi pelaku usaha kecil di bidang kuliner.
“Kalau sudah terdaftar sebagai WBTB, otomatis ada nilai tambah dan kepercayaan publik yang lebih besar. Itu peluang besar bagi pelaku UMKM kita,” jelas Barlin.
Saat ini, tim kebudayaan tengah menyusun rencana aksi pelestarian yang mencakup dokumentasi, penelitian, serta penguatan peran komunitas lokal dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional tersebut.
“Yang paling penting adalah keterlibatan masyarakat. Karena tanpa mereka, warisan ini tak akan hidup,” tutup Barlin.












