Warga Paser Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Sisir Sungai Sangkuranai

Paser1724 Dilihat

metroikn, PASER – Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di Sungai Sangkuranai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Korban diketahui bernama Muhammad Helmi (35), warga RT 006 Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau. Hingga hari kedua operasi, korban belum ditemukan dan dinyatakan masih dalam pencarian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Saat itu, korban bersama seorang rekannya sedang menjala udang di Sungai Sangkuranai. Ketika korban tengah mengumpulkan hasil jala, rekan korban mendengar teriakan dan melihat korban telah diterkam buaya sebelum akhirnya diseret ke dalam sungai.

Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Engau. Bersama warga sekitar, upaya pencarian awal langsung dilakukan. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan. Laporan resmi selanjutnya diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Balikpapan pada pukul 20.55 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kansar Balikpapan segera melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 21.10 WITA. Tim menempuh perjalanan sekitar 5 jam 40 menit sebelum tiba di Kabupaten Paser dan bergabung dengan unsur SAR setempat.

Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir alur Sungai Sangkuranai menggunakan rubber boat dan perahu nelayan. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar dua kilometer dari titik lokasi kejadian (LKP) sesuai dengan rencana operasi.

Komandan Regu SAR, Dwi Adi Wibowo, mengatakan pencarian dilakukan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia di lapangan.

“Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan menyisir alur sungai dan memperluas area hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian. Sarana yang digunakan berupa rubber boat dan perahu nelayan,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama potensi ancaman binatang buas serta kondisi arus sungai yang cukup berbahaya.

“Kami tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan mengingat adanya potensi ancaman buaya. Namun operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal sesuai rencana,” pungkasnya.