Unjuk Rasa di Balikpapan: Dari Long March, Demonstran Sampaikan Tuntutan Diakhiri Penyalaan Lilin di Depan Gedung DPRD

Balikpapan9 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Ratusan hingga ribuan massa dari Aliansi Balikpapan Bergerak melakukan long march dari Plaza Balikpapan menuju kantor DPRD Balikpapan, Senin (1/9). Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 Wita ini diwarnai nyanyian lagu Buruh Tani dan seruan “Revolusi”.

Di depan gedung dewan, para orator menyampaikan keresahan warga, mulai dari kinerja wakil rakyat, banjir, kelangkaan gas LPG, hingga kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sempat ramai dibicarakan.

“Mereka gajinya tinggi, tunjangan tinggi, tapi kinerjanya dipertanyakan. Sementara guru bahkan ada yang gajinya belum dibayarkan,” teriak salah satu orator dari atas mobil bak terbuka.

Humas Aliansi Balikpapan Bergerak, Dimas Aditya, menegaskan aksi kali ini bukan hanya mengusung isu baru, tapi juga membawa kembali tuntutan lama yang belum diselesaikan pemerintah kota. “Kami ingin mengawal agar kebijakan yang merugikan warga tidak diam-diam diketok palu. Harapan kami kenaikan PBB dibatalkan, bukan sekadar ditunda,” ujarnya.

Julak menyebutkan, massa aksi di Balikpapan kali ini mencapai seribu orang. Mereka juga menyampaikan solidaritas terhadap rekan-rekan di daerah lain yang mengalami kekerasan bahkan jatuh korban jiwa. “Tuntutan hari ini bukan hanya lokal, tapi juga nasional,” tambahnya.

Di sela aksi, Perserikatan Sosialis Arah Juang membacakan sembilan poin tuntutan, antara lain pemangkasan gaji dan hak istimewa pejabat, pemotongan anggaran lembaga yang tak menyejahterakan rakyat, kenaikan upah buruh, penurunan pajak rakyat, hingga penyitaan harta koruptor untuk pendidikan dan kesehatan gratis.

Menjelang sore, aksi ditutup dengan doa dan penyalaan lilin sebagai simbol belasungkawa atas korban yang gugur dalam gelombang aksi di Indonesia beberapa hari terakhir. Sepanjang kegiatan, suasana tetap tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat gabungan TNI-Polri.