metroikn, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) meluncurkan program pembangunan 367 dapur gizi yang akan tersebar di 10 kabupaten/kota.
Fasilitas ini menjadi pusat layanan penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah dalam rangka memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inisiatif tersebut hadir sebagai jawaban atas tantangan pemerataan gizi di daerah pedalaman dan pesisir yang selama ini sulit dijangkau. Kondisi geografis yang memisahkan kampung dengan jarak berjam-jam perjalanan membuat sebagian pelajar belum mendapatkan asupan bergizi secara rutin.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dipercepat agar segera beroperasi.
“Total kebutuhan mencapai 367 unit. Pemerintah daerah diminta mulai bergerak agar dapur gizi dapat segera tersedia,” ujarnya, Sabtu (16/8/25),
Setiap kabupaten/kota diwajibkan menyiapkan sedikitnya tiga unit SPPG, baik dengan memanfaatkan aset milik pemerintah maupun menjalin kemitraan bersama pihak swasta dan BUMD.
Pemprov juga menggandeng pelaku UMKM serta petani lokal untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap segar sekaligus mendorong ekonomi masyarakat sekitar.
Rudy menambahkan, setiap dapur gizi akan ditangani tenaga terlatih, mulai dari ahli gizi, kepala satuan, akuntan hingga relawan, agar kualitas layanan dan pengelolaan anggaran berjalan sesuai standar.
“Kami sudah instruksikan agar tidak menunggu seluruh pembiayaan dari provinsi. Minimal tiga dapur gizi harus segera terbangun di tiap daerah,” tegasnya.
Selain penyediaan fasilitas, program ini juga disertai edukasi gizi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan sehat. Targetnya, seluruh dapur gizi bisa beroperasi penuh sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Dengan berjalannya program ini, kami berharap pemerataan gizi benar-benar dirasakan, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pelosok Kalimantan Timur,” tutup Rudy.












