metroikn, Tanah Grogot – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mulai menjawab asa masyarakat di sebagian wilayah Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser untuk mendapat sentuhan pembangunan infrastruktur.
Pertama-tama pembangunan yang mencakup kebutuhan dasar guna menunjang aktivitas perekonomian masyarakat, yakni, ketersediaan listrik.
Dari tujuh desa di wilayah itu, kondisinya kini hanya satu yang sudah tersambung layanan listrik 24 jam.
“Baru Desa Lori yang terailiri listrik 24 jam. Untuk Desa Tanjung Aru hanya 16 jam, Desa Labuangkallo dan Selengot menggunakan tenaga komunal, sementara di Desa Senipah, Random, dan Keladen masih menggunakan tenaga manual,” beber Camat Tanjung Harapan Sudarsono saat dikonfirmasi, Rabu (6/9/2023).
Memasuki tahun 2023, upaya penyaluran listrik ke wilayah tersebut mulai direalisasikan melalui proyek pemasangan tiang jaringan listrik. Pengerjaan kini telah masuk ke wilayah Desa Random.
“Untuk tahun ini jaringan listrik PLN bakal terpasang di Desa Random,” tuturnya.
Di wilayah lain, tepatnya Desa Tanjung Aru, pemerintah daerah tengah berusaha mengatasi kendala ketersediaan akses jalan yang memadai. Tadinya, desa tersebut sulit diakses melalui jalur darat karena jalan yang rusak, berbatuan bahkan berlubang.
Saat musim penghujan, Tanjung Aru semakin sulit diakses karena sebagian besar badan jalan tertutup lumpur. Itu makanya, sebagian besar warga setempat bergantung pada transportasi laut.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui APBD tahun 2023 telah mengalokasikan Rp80 miliar guna perbaikan dan pembenahan. Langkah tersebut diupayakan berjalan secara bertahap.
Selain itu, pemerintah juga mengusahakan peningkatan jalan di jalur poros penghubung Kecamatan Batu Engau dengan Tanjung Harapan. Proyek ini dibagi menjadi 5 segmen.
“Dari Kecamatan Batu Engau di Desa Kerang sepanjang 3 Kilometer, Desa mengkudu sepanjang 3,5 Kilometer, dan Desa Pengguren Jaya 2,1 Kilometer, Kemudian Kecamatan Tanjung Harapan di Desa Keladen Sepanjang 1,3 Kilometer, Desa Random-Tanjung Aru sepanjang 1,3 Kilometer,” timpal Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Pengerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Paser Asnawi.
Ia menambahkan, sejumlah proyek peningkatan jalan di beberapa wilayah dipastikan sudah berjalan. Masing-masing di Desa Kerang memasuki 52 persen, Desa Mengkudu 42 persen, Desa Pengguren 25 persen dan Desa Keladen 15 persen.
“Dari Desa Random-Tanjung Aru baru mulai pembersihan jalan untuk dilakukan pengerjaan,” tutupnya.