Lewat Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Ingin Putus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan Gratis Berasrama

NASIONAL8 Dilihat

metroikn, JAKARTA — Pemerintah mulai merealisasikan Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mulai bergulir Senin, 14 Juli 2025.

“Sekolah Rakyat adalah implementasi Asta Cita nomor empat Presiden Prabowo. Pendidikan adalah kunci memutus kemiskinan agar tidak jadi warisan turun-temurun,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, Minggu (13/7).

Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga di desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS), yang kerap tak mampu mengakses pendidikan layak. “Sekolah negeri memang gratis, tapi transportasi, uang jajan, seragam, perlengkapan, tetap jadi beban. Sementara untuk makan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan,” jelas Adita.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin per September 2024 mencapai 24,06 juta jiwa (8,57 persen), dengan 3,17 juta orang tergolong miskin ekstrem. Persoalan ini memengaruhi kualitas SDM, dari rendahnya literasi hingga peluang kerja yang terbatas.

“Tanpa pendidikan yang setara, sulit mewujudkan SDM tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Data BPS 2024 menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK pada rumah tangga pengeluaran terendah baru 74,45 persen, jauh di bawah kelompok tertinggi yang mencapai 97,37 persen. Anak tidak sekolah (ATS) tertinggi ada di usia 16–18 tahun, sebesar 19,2 persen — dengan 76 persen keluarga menyebut faktor ekonomi sebagai alasan anak tidak melanjutkan sekolah.

Sekolah Rakyat hadir dengan skema berasrama agar anak-anak rentan mendapat fasilitas hidup dan belajar secara menyeluruh. Seluruh kebutuhan sekolah, makan, hingga tempat tinggal ditanggung negara.

Lebih dari itu, konsep ini memadukan pemetaan bakat dan keterampilan hidup agar lulusan siap bekerja atau membuka usaha. “Presiden Prabowo menekankan Sekolah Rakyat harus dikelola dengan cara benar dan tepat sasaran. Generasi muda dari sekolah ini diharapkan jadi motor penggerak Indonesia Emas 2045,” tutup Adita.