metroikn, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Samarinda mempertanyakan molornya pembangunan Teras Samarinda.
Dewan berencana menggelar hearing untuk mendengar jawaban Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengaku mendapat laporan bahwa proses pembangunan molor dari jadwal. Dalam laporan disebutkan pula alasan molornya pengerjaan akibat terlambatnya pasokan material dari Swedia.
“Kita maklumi kalau itu memang benar, tapi untuk lebih jelasnya kita akan hearing sebelum atau setelah lebaran,” ungkap Jasno, Jumat (22/3/2024).
Jasno ingin pembangunan Teras Samarinda rampung sebelum akhir jabatan Andi Harun sebagai Wali Kota Samarinda. Sebab proyek tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah periode sekarang.
Komisi III juga mengupayakan adanya komunikasi mengenai pengerjaan beberapa proyek lain yang disebut molor dari jadwal dalam kesempatan hearing nanti.
“Di masa akhir (masa jabatan) Wali Kota ini harus sudah selesai termasuk (proyek) terowongan,” pungkasnya.