metroikn, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan dukungan penuh terhadap rangkaian penyuluhan antikorupsi yang digelar Inspektorat Kota Balikpapan dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Program ini menyasar kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga pendidik dari berbagai jenjang.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai integritas sejak dini, baik melalui pengajaran maupun keteladanan.
“Pendidikan bukan hanya bicara soal pengetahuan. Di dalamnya ada tugas untuk membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan bermartabat,” ujar Irfan saat dihubungi pada Minggu (9/11/2025).
Selama penyuluhan, peserta menerima materi mengenai pencegahan korupsi, penguatan tata kelola sekolah, hingga strategi membangun budaya transparansi di lingkungan pendidikan. Mereka juga diperkenalkan pada mekanisme pelaporan dugaan penyimpangan, serta pentingnya kolaborasi lintas instansi agar sistem pendidikan berjalan bersih dan bebas praktik curang.
Irfan menyebut tenaga pendidik memiliki peran sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menyebarkan semangat integritas di satuan pendidikan masing-masing, mulai dari menolak gratifikasi hingga menguatkan budaya kerja yang akuntabel.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan langkah penindakan. Pencegahan berbasis pendidikan karakter harus diperkuat sehingga nilai kejujuran tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar aturan.
“Nilai antikorupsi tidak lahir dari peraturan saja. Ia muncul dari hati yang bersih dan sikap tulus saat menjalankan tanggung jawab,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkokoh kesadaran kolektif mengenai bahaya korupsi. Di sisi lain, sekolah dapat menjadi benteng pertama dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas sekaligus kuat secara moral.
“Semangat HAKORDIA harus menjadi pengingat agar kita membangun generasi yang berani berkata jujur demi masa depan bangsa yang bersih dan bermartabat,” tutup Irfan. (adv/metroikn)












