BPTD Kaltim Edukasi Pengemudi Truk, Tekankan Pentingnya Sistem Rem Demi Angkutan Barang yang Aman

KALTIM19 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kalimantan Timur terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan transportasi darat. Melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Kendaraan Angkutan Barang yang Berkeselamatan serta Sistem dan Tata Cara Pengereman pada Kendaraan Berukuran Besar”, BPTD memberikan edukasi langsung kepada pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan di Terminal Penumpang Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Jumat (24/10/2025).

Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald mengatakan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam pengoperasian kendaraan angkutan barang. Menurutnya, banyak pengemudi yang belum memahami perbedaan sistem dan teknik pengereman, padahal hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keamanan di jalan raya.

“Kendaraan berukuran besar memiliki sistem pengereman yang berbeda, mulai dari sistem minyak rem, kombinasi minyak dan angin, hingga sistem penuh angin. Pengemudi harus memahami cara kerja masing-masing agar dapat mengantisipasi kondisi jalan menanjak maupun menurun,” jelas Renhard.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Ahmad Wildan, Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) RI, yang memberikan penjelasan teknis tentang pemeriksaan dan perawatan sistem pengereman. Ia menegaskan, pengecekan sederhana terhadap sistem rem sebelum kendaraan beroperasi hanya memerlukan waktu lima menit, namun dapat mencegah potensi kecelakaan fatal.

Renhard menambahkan, penerapan disiplin keselamatan serta pemeriksaan rutin kendaraan merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar. “Teknik memeriksa sistem rem itu sangat penting. Bila dilakukan secara disiplin, banyak nyawa yang bisa diselamatkan di jalan,” tegasnya.

Selain meningkatkan keselamatan pengemudi, edukasi ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pengguna jalan lain serta keluarga para sopir. Ia mengingatkan bahwa setiap kecelakaan tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan dampak sosial mendalam bagi keluarga korban.

“Harapan kami, setelah mendapatkan pengetahuan ini, para pengemudi truk dapat mengoperasikan kendaraan dengan lebih aman dan bertanggung jawab,” ujar Renhard.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program edukasi keselamatan transportasi yang digagas BPTD Kaltim dan akan terus digelar di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Program tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem transportasi barang yang aman, efisien, dan berkeselamatan.