Antisipasi Risiko Keselamatan, Portal Jembatan Mahulu Dipasang Lebih Awal dan Picu Antrean Truk

KALTIM, Samarinda1347 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Kekhawatiran terhadap kondisi struktur Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) setelah tiga kali insiden tertabrak kapal dalam sebulan terakhir menjadi alasan utama percepatan pemasangan portal pembatas kendaraan berat.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas distribusi logistik di Samarinda, dengan puluhan truk tertahan di sekitar akses jembatan pada Kamis (29/1/2026).

Portal diketahui mulai diberlakukan sekitar pukul 10.30 WITA, lebih cepat dari jadwal penutupan yang sebelumnya diinformasikan kepada para pengemudi, yakni pukul 12.00 WITA. Percepatan ini menyebabkan antrean kendaraan angkutan barang dan menghambat kelancaran distribusi, khususnya kebutuhan pokok.

Sejumlah sopir truk logistik mengaku tidak siap dengan perubahan jadwal tersebut. Salah satunya, Adi Suryo, menyebut dirinya telah menyesuaikan waktu keberangkatan dari pelabuhan peti kemas agar bisa melintas sebelum penutupan.

“Kami sudah mengatur waktu perjalanan supaya tiba sebelum portal dipasang. Tapi saat sampai, akses sudah ditutup. Kalau sampai ada barang rusak karena terlambat, itu bukan kesalahan sopir,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlambatan distribusi berpotensi menimbulkan dampak lanjutan pada stabilitas harga, terutama komoditas pangan yang sangat bergantung pada ketepatan waktu pengiriman.

“Barang seperti telur sangat sensitif. Kalau terlambat, bisa berpengaruh ke harga. Sementara kami juga punya keluarga yang harus dinafkahi,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Yusliando, menegaskan bahwa kebijakan percepatan pemasangan portal dilakukan semata-mata demi keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, pihak Pekerjaan Umum menyampaikan kekhawatiran serius terhadap kondisi jembatan dan belum dapat menjamin keamanan jika masih dilintasi kendaraan bertonase berat sebelum dilakukan pengujian lanjutan.

“Keselamatan menjadi pertimbangan utama. Selama belum ada hasil uji yang memastikan struktur jembatan aman, kendaraan berat tidak kami izinkan melintas,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian lalu lintas, Dishub Kaltim mengalihkan kendaraan berat melalui Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar). Selain itu, operasional kendaraan berat dibatasi pada pukul 22.00 WITA hingga 05.00 WITA dengan sistem buka-tutup.

Pemerintah juga menyiapkan kantong parkir sementara di kawasan Palaran dan Jalan Sutami untuk mencegah penumpukan kendaraan di sekitar jembatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, mengatakan pihaknya akan segera melakukan uji dinamik dan Non-Destructive Test (NDT) ulang untuk memastikan kondisi struktur jembatan pasca insiden terakhir.

“Kami tidak ingin mengambil risiko setelah tabrakan terjadi hingga tiga kali. Saat ini hanya kendaraan roda empat ke bawah yang diizinkan melintas. Pemeriksaan ulang dijadwalkan pada Sabtu,” ungkapnya.

Muhran menegaskan pemasangan portal bersifat sementara. Jika hasil pengujian dalam waktu sekitar satu pekan menyatakan jembatan aman, maka akses kendaraan berat akan kembali dibuka.

“Jembatan Mahulu merupakan jalur vital perekonomian Samarinda. Karena itu, aspek keselamatan harus diutamakan,” pungkasnya.