Sempat Disebut Begal, Kodam VI/Mulawarman Ungkap Fakta Sebenarnya

METROPOLIS22 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kodam VI/Mulawarman menegaskan bahwa peristiwa yang sempat beredar dan disebut sebagai aksi pembegalan di Balikpapan yang diduga melibatkan oknum TNI bukanlah tindak begal sebagaimana informasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah pemberitaan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Kapendam VI/Mulawarman sebagai respons atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus pembegalan di wilayah Balikpapan.

Dalam penjelasannya, Kapendam menyebut peristiwa itu terjadi pada malam 30 Maret 2026 dan bermula dari insiden antar pengendara di kawasan traffic light Kebun Sayur, Balikpapan.

“Pengendara sepeda motor bersama rekannya menyalip kendaraan yang berada di depannya dan hampir terjadi serempetan,” ujar Kapendam, Kamis (21/5/2026).

Setelah insiden tersebut, kendaraan yang merasa hampir terserempet kemudian melakukan pengejaran hingga ke kawasan SPBU Karang Anyar. Di lokasi itu, situasi kembali memanas hingga terjadi perselisihan antara para pihak yang terlibat.

Kapendam menjelaskan, kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi keributan yang disertai aksi pemukulan sebelum akhirnya situasi mereda setelah warga sekitar turut berdatangan.

“Terjadi perselisihan yang disertai pemukulan, kemudian situasi mulai ramai sehingga pihak yang terlibat meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa rangkaian peristiwa tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai aksi pembegalan, melainkan murni perselisihan antar sesama pengguna jalan yang berujung keributan.

Meski demikian, Kodam VI/Mulawarman memastikan bahwa personel yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan oleh Pomdam VI/Mulawarman.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Pomdam VI/Mulawarman,” pungkasnya.

Sementara itu, pada Kamis (21/5/2026) pukul 10.35 WITA, dilakukan koordinasi antara Pendam VI/Mulawarman dan manajemen Tribun Kaltim di Kantor Tribun Kaltim terkait pemberitaan yang sempat beredar.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran redaksi, yakni Pimpinan Redaksi Tribun Kaltim, Manajer Online, News Manager, serta satu wartawan.

Dalam forum tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat, khususnya pada isu yang sensitif dan berpotensi meluas.

Pihak Tribun Kaltim juga telah memuat klarifikasi untuk meluruskan informasi yang sebelumnya beredar, sekaligus menegaskan komitmen penerapan prinsip jurnalistik profesional melalui mekanisme konfirmasi dengan pihak terkait.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, Kodam VI/Mulawarman menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukan aksi pembegalan, melainkan perselisihan antar pengendara di jalan raya yang berujung keributan. Informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan aksi begal dan dugaan keterlibatan oknum TNI dipastikan tidak benar.