PLN Tingkatkan Stabilitas Sistem Kelistrikan Kalimantan Lewat GI Grogot–Sei Durian

METROPOLIS28 Dilihat

Metroikn, Paser – Upaya memperkuat sistem kelistrikan antardaerah di Pulau Kalimantan terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT). Salah satunya melalui pembangunan Extension 2 Line Bay Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot arah GI Sei Durian di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penghubung penting dalam jalur interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Kehadiran line bay baru itu diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas penyaluran daya listrik sekaligus memperkuat stabilitas sistem ketika terjadi lonjakan beban maupun gangguan jaringan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan pembangunan interkoneksi menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam menjaga keandalan pasokan energi di Kalimantan yang terus berkembang sebagai kawasan pertumbuhan baru nasional.

“Infrastruktur ini akan mendukung fleksibilitas penyaluran tenaga listrik antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan sehingga sistem menjadi lebih andal dan stabil,” ujar Basuki.

Menurut dia, line bay tersebut nantinya akan terhubung dalam jalur interkoneksi GI Grogot–GI Sei Durian–GI Tarjun. Sistem yang semakin terkoneksi dinilai penting untuk menjaga efisiensi distribusi energi sekaligus meminimalkan potensi gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Penguatan jaringan interkoneksi juga dinilai semakin krusial seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Kalimantan, baik untuk sektor rumah tangga, industri, maupun pembangunan kawasan strategis termasuk wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dengan sistem yang semakin terhubung, kualitas pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor pembangunan di Kalimantan diharapkan semakin baik,” tambahnya.

Proyek pembangunan sendiri telah berjalan sejak 11 Mei 2026. Saat ini pekerjaan memasuki tahapan pembangunan jalur pendukung instalasi kabel yang dilakukan bersamaan dengan proses penarikan dan penyambungan kabel.

Seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa–PT Mahameru Energi Semesta di bawah pengawasan PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1).

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas pekerjaan serta aspek keselamatan kerja di lapangan.

“Setiap tahapan pekerjaan kami pastikan berjalan sesuai standar PLN, baik dari sisi mutu, ketepatan waktu, maupun aspek keselamatan kerja. Pengawasan dilakukan secara konsisten agar pekerjaan di lapangan berjalan aman dan optimal,” kata Gita.

PLN UIP KLT menegaskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga pasokan energi saat ini, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Pulau Kalimantan pada masa mendatang.