Ancaman Intrusi Air Asin, Tirta Kencana Minta Warga Samarinda Siapkan Air Cadangan

METROPOLIS34 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi sejak dini. Perumda Tirta Kencana Samarinda mengimbau warga untuk tidak menunggu krisis datang, melainkan segera menyiapkan cadangan air di rumah masing-masing.

Langkah ini diambil menyusul potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi wilayah Kalimantan Timur hingga Oktober 2026. Musim kemarau yang lebih panjang berisiko menekan debit air baku yang menjadi tulang punggung produksi air bersih.

Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, menegaskan bahwa peringatan ini merujuk pada prakiraan BMKG.

“Merujuk prediksi BMKG, mulai April hingga sekitar Oktober terdapat potensi fenomena El Nino yang dapat memberikan dampak terhadap wilayah Kalimantan Timur,” ujarnya.

Jika debit air terus menurun, dampaknya tidak hanya pada produksi, tetapi juga bisa merembet ke distribusi. Dalam kondisi ekstrem, layanan air bersih bahkan berpotensi dihentikan sementara.

“Dampak yang biasanya muncul berada pada sisi produksi, seperti menurunnya debit air bahkan penghentian sementara pelayanan. Jika terjadi intrusi air asin, hal itu menjadi perhatian serius kami,” kata Kaharuddin.

Selain penurunan debit, ancaman lain yang diwaspadai adalah intrusi air asin ke sumber air baku saat kondisi sungai melemah. Situasi ini dapat mengganggu proses pengolahan dan kualitas air secara keseluruhan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda langkah antisipasi. Menyediakan tandon atau penampungan air dinilai menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menjaga kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi saat gangguan terjadi.

“Masyarakat sebaiknya memiliki tempat penyimpanan air. Dengan demikian, ketika terjadi gangguan masih tersedia cadangan, dan saat aliran kembali normal dapat segera diisi ulang,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi intrusi air asin pada sumber air baku yang dikelola. Namun, kewaspadaan tetap ditekankan mengingat potensi kemarau panjang masih membayangi.