DPRD Berau Soroti Pembangunan yang Masih Terpusat di Kota, Pendidikan di Kampung Dinilai Terabaikan

DPRD BERAU28 Dilihat

metroikn, BERAU — Arah pembangunan daerah kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Anggota Komisi III, Oktavia, menilai kebijakan pembangunan selama ini masih terlalu terpusat di wilayah perkotaan, sementara kampung-kampung di Bumi Batiwakkal belum merasakan pemerataan fasilitas, khususnya pada sektor pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan seharusnya berjalan berimbang. Masyarakat kampung, katanya, memiliki hak yang sama untuk menikmati sarana yang layak agar kualitas sumber daya manusia dapat meningkat.

“Pembangunan selama ini masih terfokus di wilayah perkotaan. Harapannya bisa diperluas hingga wilayah kampung,” ujarnya.

Menurut politisi Fraksi NasDem itu, sejumlah kampung masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan, mulai dari kondisi bangunan sekolah, ketersediaan sarana belajar, hingga akses transportasi yang sulit dijangkau. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi penyelenggaraan pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Banyak infrastruktur yang harus dibangun di kampung, terutama sektor pendidikan di Kabupaten Berau,” tegasnya.

Selain menyoroti fasilitas fisik, Oktavia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tetap konsisten memenuhi ketentuan alokasi anggaran pendidikan sebagaimana amanat Undang-Undang. Setiap daerah wajib mengalokasikan minimal 20 persen APBD untuk pendidikan agar peningkatan mutu benar-benar terasa hingga lapisan masyarakat terbawah.

“Karenanya, kami harap di tahun yang akan datang sektor pendidikan bisa terbangun dengan memenuhi 20 persen alokasi dana pendidikan,” jelasnya.

Ia menilai pemenuhan anggaran tersebut sangat penting untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan di kampung, termasuk peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas belajar, serta akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah terpencil.

Oktavia menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal membangun pusat kota. Pemerataan pembangunan adalah kunci agar kesenjangan tidak semakin melebar.

“Dengan pembangunan pendidikan yang merata, pemerataan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai dan kesenjangan pembangunan bisa ditekan,” kuncinya. (adv/metroikn)