Produksi Pertanian Naik, Wakil Ketua DPRD Berau Ingatkan Pemkab Pentingnya Pasar dan Harga Jual

DPRD BERAU16 Dilihat

metroikn, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi pertanian dengan stabilitas harga dan ketersediaan pasar.

Menurutnya, semangat petani yang kini mulai memperluas lahan tanam harus dibarengi dengan kesiapan pemerintah dalam mengelola rantai pasok, terutama penyerapan hasil panen agar petani tidak merugi.

“Banyak petani di daerah sudah mulai aktif menanam, khususnya komoditas jagung. Ini perkembangan positif, tapi pemerintah harus memastikan hasil panen mereka bisa terserap dan harga tetap stabil,” ujar Sumadi, Jumat (24/10/2025).

Ia mencontohkan, beberapa wilayah seperti Kecamatan Segah telah menunjukkan geliat pertanian yang baik melalui kolaborasi masyarakat dan aparat kepolisian lewat program Hutan Sanggam. Namun, tanpa dukungan pasar yang kuat, peningkatan produksi justru berisiko menimbulkan kelebihan pasokan dan turunnya harga jual.

“Produksi meningkat, tapi kalau pasar tidak siap, petani bisa kehilangan semangat. Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat penanaman, tetapi juga ketika panen tiba,” tegasnya.

Sumadi menilai, salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan Pemkab Berau adalah menyiapkan skema pembelian atau penyerapan hasil panen petani melalui lembaga atau badan penyangga pangan daerah. Langkah ini sekaligus bisa menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Petani butuh kepastian. Jika harga jatuh, mereka rugi. Pemerintah bisa menyiapkan mekanisme stabilisasi harga agar pertanian tetap berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih jauh, Sumadi menyebut, pembangunan sektor pertanian tidak cukup berhenti di tahap produksi saja. Pemerintah juga perlu memperkuat sisi hilir, yakni distribusi dan pemasaran hasil panen agar rantai nilai pertanian berjalan utuh.

“Sering kali petani mampu menghasilkan banyak, tapi bingung menjual ke mana. Di sinilah peran pemerintah untuk memfasilitasi akses pasar dan mendorong pembentukan lembaga penampung hasil pertanian,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar strategi pembangunan pertanian ke depan mencakup penyediaan pupuk, perluasan lahan, serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan. Dengan sistem yang terintegrasi, sektor pertanian diyakini dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

“Kalau semua berjalan terkoordinasi, petani akan lebih percaya diri. Pertanian bukan hanya sektor penyedia pangan, tapi juga sumber penghidupan masyarakat pedesaan,” pungkasnya. (adv/metroikn)