IKN Mulai Bangun Jalan Secara Mandiri, Teken Kontrak Rp 3 Triliun dan Gandeng Tenant Layanan Publik

IKN18 Dilihat

metroikn, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandai tonggak baru dalam transformasi kelembagaannya dengan memulai pembangunan fisik secara mandiri untuk pertama kalinya. Melalui penandatanganan kontrak tujuh paket peningkatan jalan dan dua paket pengawasan proyek senilai total Rp 3,06 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Otorita IKN kini berperan langsung sebagai pelaksana pembangunan, bukan sekadar perencana.

Penandatanganan yang berlangsung di City Hall, Kantor Otorita IKN, Rabu (11/6/2025), juga dirangkai dengan perjanjian kerja sama bersama 16 tenant pelopor layanan publik di kawasan KIPP. Momentum ini menjadi simbol dimulainya fase pembangunan berbasis tata kelola modern, partisipasi swasta, dan orientasi pada kebutuhan kota berkelanjutan.

“Ini kontrak single-year yang harus rampung dalam 232 hari kerja. Tidak ada alasan untuk menunda. Kita ingin semangat kerja keras dengan tiga shift per hari kembali hidup,” tegas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Adapun tujuh paket peningkatan jalan yang ditandatangani meliputi jalur sepanjang 12,2 km di area KIPP 1B dan 1C dengan lebar mencapai 40 meter. Proyek ini merupakan bagian dari Batch 1 pembangunan tahun anggaran 2025. Dua paket pengawasan senilai Rp 24,5 miliar juga masuk dalam kesepakatan.

Rincian 9 Paket Pekerjaan yang Dikontrakkan:

  • Peningkatan Jalan Paket A di KIPP 1B
  • Peningkatan Jalan Paket B di KIPP 1B–1C
  • Peningkatan Jalan Paket C di KIPP 1B–1C
  • Peningkatan Jalan Paket D di KIPP 1B–1C
  • Peningkatan Jalan Paket E di KIPP 1B
  • Peningkatan Jalan Paket F di KIPP 1B
  • Peningkatan Jalan Paket G di KIPP 1B–1C
  • ⁠Pengawasan/Supervisi Peningkatan Jalan Paket 1 di KIPP 1B dan 1C
  • ⁠Pengawasan/Supervisi Peningkatan Jalan Paket 2 di KIPP 1B dan 1C

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis H. Sumadilaga, menjelaskan bahwa proyek ini akan membuka akses ke area seluas 6.700 hektare yang dirancang sebagai zona pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kota berkonsep mixed use. Proyek ini ditargetkan rampung Desember 2025 untuk mengimbangi laju pembangunan para investor.

Selain infrastruktur, Otorita IKN juga meneken perjanjian kerja sama dengan tenant dari berbagai sektor yang akan menyediakan layanan harian bagi penghuni dan pekerja di kawasan KIPP.

Daftar Tenant Layanan Publik di KIPP IKN:

  • Excelso, Indomaret, Che’s Coffee, Waroeng Pojok, D’Penyetz & D’Cendol
  • Vending Machine Coca Cola, ATM Bank BRI, ATM Danamon
  • BNI Banking Café, Livin Lounge by Bank Mandiri
  • Brada Bakeshop, Waroeng Nusantara, Tomodachi
  • Fresh Laundry, Boss Barbershop, Salon Mei-Mei

Tenant-tenant ini akan menjadi elemen awal dalam membentuk ekosistem kota yang inklusif dan siap huni, sekaligus menjadi penanda bahwa aktivitas di KIPP bukan hanya konstruksi, tetapi juga kehidupan.

Basuki menambahkan bahwa pembangunan fisik di IKN tahun ini dikerjakan oleh tiga institusi berbasis APBN, yakni Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Otorita IKN.

Kehadiran investor dan mitra swasta dinilai menunjukkan keyakinan bahwa pembangunan IKN berjalan tidak hanya secara berkelanjutan, tetapi juga semakin cepat dan kolaboratif.

“Penandatanganan hari ini bukan sekadar pelaksanaan proyek, tapi pergeseran paradigma. Kita membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi sebuah kota yang produktif, manusiawi, dan berdaya saing,” ujar Basuki.

Dengan skala pembangunan yang semakin masif dan investasi yang terus mengalir, Otorita IKN berkomitmen untuk menjaga tata kelola yang transparan, inovatif, dan berkelanjutan—menegaskan posisi IKN sebagai simbol transformasi kelembagaan dan poros pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.