Warga Diundang, Salat Idulfitri Perdana di IKN Digelar Pukul 06.30 WITA

IKN71 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Salat Idulfitri berjamaah perdana akan digelar di Masjid Negara IKN, yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara, pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Pelaksanaan salat dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin beribadah bersama di ibu kota baru Indonesia.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan suasana Idulfitri di kawasan Nusantara.

“Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya untuk hadir dan melaksanakan salat bersama,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, akses menuju kawasan masjid akan dibuka lebih awal, termasuk melalui jalan tol IKN mulai pukul 04.30 WITA. Masyarakat diimbau datang lebih awal serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari kantong parkir di basement masjid hingga pengaturan parkir tambahan di sekitar kawasan apabila kapasitas utama telah terpenuhi.

Mobilitas jamaah juga didukung layanan shuttle bus dalam kota yang beroperasi pukul 05.00 hingga 09.00 WITA. Rute bus mencakup sejumlah titik seperti Rusun ASN, HPK, hingga rest area, dengan titik transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju lokasi salat.

Fasilitas tambahan berupa kendaraan golf cart juga disediakan untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas agar lebih mudah mengakses area ibadah.

Dalam pelaksanaannya, salat Idulfitri akan dipimpin oleh Ahmad Muzakir sebagai imam, sementara khutbah akan disampaikan oleh Muhammad Abzar Duraesa. Sejumlah petugas lain turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran rangkaian ibadah.

Sebelumnya, pada 19 Maret 2026 juga akan dilakukan pemantauan hilal di kawasan IKN sebagai bagian dari proses penentuan awal Syawal secara nasional.

Pelaksanaan salat Idulfitri perdana ini menjadi penanda semakin hidupnya aktivitas keagamaan di Ibu Kota Nusantara, sekaligus memperkuat peran kawasan tersebut sebagai ruang kebersamaan dan persaudaraan masyarakat.