Metroikn, Balikpapan – Dampak psikologis dialami seorang anak laki-laki berusia 11 tahun usai diduga menjadi target percobaan penculikan di kawasan Jalan Inpres 3, Balikpapan, Minggu (23/3/2026) malam. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak di ruang publik.
Korban dilaporkan mengalami ketakutan setelah dihampiri orang tak dikenal saat berjalan pulang. Setibanya di rumah, anak tersebut dalam kondisi panik, napas tidak stabil, dan sempat kesulitan berbicara. Hingga saat ini, korban disebut masih enggan beraktivitas di luar rumah.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menegaskan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada peristiwa, tetapi juga pada pemulihan psikologis korban.
Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menyebut korban dapat mengakses layanan pendampingan yang telah disediakan pemerintah.
“Korban dapat menghubungi UPTD PPA untuk mendapatkan pendampingan psikologis,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Selain itu, DP3AKB mengungkap bahwa kasus yang melibatkan anak bukan kali pertama terjadi di Balikpapan. Dalam kejadian sebelumnya, seorang anak perempuan sempat dibawa oleh oknum petugas keamanan dan hampir menjadi korban kekerasan seksual sebelum berhasil melarikan diri. Pelaku kemudian berhasil diamankan.
Munculnya lebih dari satu kasus menunjukkan bahwa risiko terhadap anak dapat terjadi di berbagai situasi dan lingkungan, sehingga diperlukan kewaspadaan dari semua pihak.
“Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja,” ungkap perempuan yang akrab disapa Eny.
(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)









