Transformasi RSUD IA Moeis: Pemkot Samarinda Mulai Tahap Aanwijzing, Menuju Layanan Kesehatan Berstandar Internasional

Samarinda33 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kini memasuki babak baru. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis tengah bersiap menjalani transformasi besar menjadi rumah sakit berstandar internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Langkah awal proyek ini ditandai dengan pelaksanaan tahap aanwijzing atau pemberian penjelasan teknis kepada seluruh pihak terkait, yang digelar di Hotel Fugo Samarinda pada Senin (28/4/2025). Acara tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

“Hari ini adalah momen penting dalam perjalanan kita membangun layanan kesehatan yang lebih maju. Kami membahas secara teknis bersama seluruh stakeholder, termasuk pihak konsorsium Plenary Asia dan Aspen Medical,” ujar Andi Harun dalam sambutannya.

Transformasi RSUD IA Moeis bukan sekadar proyek pembangunan fisik biasa. Dengan nilai investasi sebesar Rp740 miliar, proyek ini menyasar peningkatan menyeluruh, mulai dari infrastruktur, sistem manajemen, layanan medis, hingga efisiensi operasional rumah sakit. Nantinya, RSUD IA Moeis akan beroperasi dengan identitas baru: RSUD IA Moeis Managed by Plenary Asia-Aspen Medical.

Keterlibatan dua mitra global, Plenary Asia dan Aspen Medical, menjadi nilai tambah penting dalam proyek ini. Kedua perusahaan memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan rumah sakit modern di berbagai negara. “Dengan adanya pengalaman internasional, kita berharap ada transfer teknologi dan pengetahuan kepada tenaga kesehatan lokal,” imbuh Andi Harun.

Proyek KPBU ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga nasional, di antaranya Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Penjamin Infrastruktur Indonesia. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat turut mendorong percepatan pembangunan layanan kesehatan di daerah.

“Masuknya kita ke tahap aanwijzing menunjukkan betapa seriusnya komitmen kami. Semua proses administratif dan perizinan telah kami siapkan agar berjalan lancar dan ramah terhadap investasi,” terang Wali Kota Samarinda.

Selepas aanwijzing, Pemerintah Kota Samarinda akan melanjutkan proses market sounding untuk menggandeng lembaga keuangan dan perbankan dalam memperkuat skema pembiayaan. Penandatanganan kontrak kerja sama ditargetkan rampung pada Oktober 2025, yang kemudian diikuti oleh dimulainya pembangunan fisik.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai bagian dari strategi menarik investor. “Kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah daerah bisa memberikan pelayanan administratif yang efisien dan profesional,” tegasnya.

Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, transformasi RSUD IA Moeis diyakini akan membawa perubahan besar bagi pelayanan kesehatan di Samarinda. Akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas akan meningkat, sementara tenaga medis lokal akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya melalui kolaborasi dengan mitra internasional.

“Ini bukan hanya proyek investasi, tapi proyek kemanusiaan. Kita ingin masyarakat Samarinda bisa merasakan langsung layanan kesehatan yang lebih baik, modern, dan setara dengan standar internasional,” pungkas Andi Harun. (adv/Ms/metroikn)