Tarawih Pertama 1447 H, Masjid Negara IKN Satukan Warga dari Berbagai Daerah

IKN28 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Langit senja di kawasan Ibu Kota Nusantara perlahan menggelap ketika ribuan jamaah berdatangan menuju Masjid Negara IKN, Rabu 18 Februari 2026. Dari anak-anak hingga orang tua, mereka melangkah dengan wajah penuh harap, menyambut Tarawih perdana 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Malam itu, masjid megah yang berdiri di jantung Nusantara tak hanya dipenuhi lantunan ayat suci, tetapi juga semangat kebersamaan. Jamaah datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur, memadati saf-saf yang tersusun rapi. Sebagian duduk bersisian, saling menyapa, sebagian lagi khusyuk berzikir menunggu salat dimulai.

Tarawih pertama ini menjadi penanda hidupnya ruang ibadah di ibu kota baru. Masjid Negara mulai menunjukkan perannya sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang temu sosial bagi masyarakat yang kini menata kehidupan di kawasan tersebut.

Suasana kian hangat saat tausiyah disampaikan oleh Ustad Irfan Rosady, Dai Kementerian Agama Kalimantan Timur. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memulai Ramadan dengan niat yang lurus.

“Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan, maka dari itu kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalankan Ramadhan,” ujarnya.

Di antara ribuan jamaah, Shakira, warga Sepaku, tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya. Ia mengaku sudah lama ingin merasakan suasana ibadah di masjid negara yang kini menjadi simbol kebangkitan Nusantara.

“Saya sangat antusias beribadah di Masjid Negara. Saya tidak menyangka masjid negara semegah ini,” ucapnya dengan mata berbinar.

Tarawih perdana ini bukan sekadar awal rangkaian ibadah Ramadan. Malam itu menjadi pertemuan harapan dan doa, tempat ribuan orang berdiri sejajar tanpa sekat, menyatukan langkah dalam satu kiblat yang sama di tanah ibu kota masa depan Indonesia.