Tanpa Kedip dan Padam, PLN Siapkan BESS 8 MW untuk Listrik Istana Negara di IKN

IKN6336 Dilihat

metroikn, NUSANTARA — PT PLN (Persero) memperkuat sistem pengamanan listrik di kawasan inti pusat pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengoperasian Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 megawatt (MW). Fasilitas ini terintegrasi langsung dengan Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 IKN dan disiapkan khusus untuk memastikan pasokan listrik Istana Negara tetap stabil tanpa padam maupun kedip.

Pengoperasian BESS menjadi bagian dari strategi PLN membangun sistem kelistrikan berlapis di jantung pemerintahan negara. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik, terutama ketika terjadi gangguan pada jaringan transmisi utama.

Manager Komunikasi PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno, menjelaskan bahwa BESS berfungsi sebagai sistem cadangan otomatis yang akan langsung mengambil alih suplai listrik saat terjadi gangguan.

“PLN menghadirkan BESS dengan kapasitas 8 MW yang kami khususkan untuk mem-backup sistem kelistrikan dan menjaga keandalan listrik di Istana Negara. Dengan sistem ini, keandalan listrik bisa tetap terjaga,” ujarnya saat peninjauan fasilitas BESS di IKN.

Menurut Darry, mekanisme kerja BESS dirancang tanpa jeda perpindahan pasokan. Ketika gangguan terjadi di sisi transmisi, sistem akan merespons secara instan sehingga tidak menimbulkan padam maupun kedip listrik.

“Begitu ada gangguan, BESS langsung masuk otomatis. Istana Negara tidak akan merasakan padam, bahkan kedip pun tidak,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas, BESS 8 MW dinilai lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan listrik Istana Negara yang berkisar di angka 1 MW. Dengan kapasitas tersebut, sistem mampu menyuplai listrik hingga delapan jam secara mandiri.

“Beban Istana Negara fluktuasinya sekitar 1 MW. Dengan kapasitas 8 MW, BESS ini bisa menyuplai sampai delapan jam,” tambah Darry.

Secara teknis, fasilitas BESS di IKN terdiri dari dua klaster yang dilengkapi Power Conversion System (PCS), Smart Transformer Station (STS), serta berbagai sistem pendukung seperti pemadam kebakaran otomatis dan sensor pemantauan kondisi baterai secara real time. Desain modular ini memungkinkan sistem tetap beroperasi meski salah satu unit mengalami gangguan.

Seluruh operasional BESS dipantau selama 24 jam dari pusat pengatur sistem PLN di Balikpapan. Sistem ini berjalan otomatis tanpa memerlukan banyak personel siaga di lokasi.

Selain BESS, PLN juga mengandalkan GIS 4 IKN sebagai tulang punggung distribusi listrik di kawasan inti pusat pemerintahan. Gardu induk ini menggunakan teknologi Gas Insulated Switchgear, di mana peralatan listrik ditempatkan dalam ruang tertutup berisi gas isolasi, sehingga lebih andal, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan efisien dari sisi kebutuhan lahan.

Dalam kondisi normal, pasokan listrik Istana Negara disalurkan melalui GIS 4 IKN. Sementara itu, BESS berfungsi sebagai cadangan strategis yang siap mengambil alih pasokan secara otomatis ketika terjadi gangguan.

Saat ini, pemanfaatan BESS masih difokuskan untuk kebutuhan Istana Negara. Namun PLN membuka peluang pengembangan pemanfaatan sistem serupa untuk mendukung fasilitas penting lainnya di kawasan IKN seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik.

Melalui pengoperasian BESS 8 MW dan GIS 4 IKN, PLN menegaskan komitmennya menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, modern, dan berlapis guna mendukung operasional pusat pemerintahan negara di Ibu Kota Nusantara.