Sumur Migas Tua di Kaltim Tak Lagi Terlupakan, Peluang Ekonomi Mulai Dibuka

Samarinda41 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Suasana Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 10 Februari 2026, terasa berbeda. Pemerintah, pelaku usaha, dan insan pers duduk satu forum membahas sesuatu yang selama ini jarang dilirik, yakni sumur migas tua dan sumur idle yang tersebar di Kalimantan Timur.

Temu Bisnis bertajuk Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim ini diinisiasi SKK Migas sebagai ruang berbagi informasi sekaligus membuka cara pandang baru terhadap potensi sumur-sumur yang belum tergarap optimal.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengingatkan bahwa denyut ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi sektor energi. Ia menyebut, sekitar 70 persen Dana Bagi Hasil Kaltim tahun 2026 berasal dari minyak, gas, dan batu bara.

“Ini menunjukkan bahwa migas masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, optimalisasi sektor hulunya harus terus didorong, termasuk melalui pengelolaan sumur tua dan sumur idle,” ujarnya.

Selama ini, sektor hilir migas lebih banyak diminati karena dinilai lebih aman. Sementara sektor hulu kerap dianggap berisiko tinggi dan membutuhkan modal besar. Padahal, di balik sumur tua dan idle itu, tersimpan peluang ekonomi yang bisa dibuka jika dikelola bersama.

Forum ini juga menjadi ajang sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan wilayah kerja migas. Harapannya, semakin banyak pihak memahami peluang yang ada dan berani terlibat.

“Forum ini mempertemukan pemerintah sebagai pemilik wilayah, pelaku usaha, serta insan pers yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sinergi ini penting agar kebijakan dapat dipahami dan dimanfaatkan secara luas,” jelasnya.

Seno Aji juga melihat peluang ini tidak harus berhenti di perusahaan besar. Pelaku usaha kecil dan menengah pun bisa mendapat ruang, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya berputar di lingkaran yang sama. Ia turut mendorong Perusda Migas Mandiri Pratama agar mendapat porsi lebih besar dalam pengelolaan migas demi memperkuat pendapatan asli daerah.

Dari forum ini, harapannya sederhana. Sumur-sumur yang selama ini terdiam bisa kembali memberi arti bagi daerah, bukan hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.