metroikn, TANAH BUMBU — Perempuan PLN tak hanya hadir di ruang diskusi, tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Melalui keterlibatan Srikandi PLN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mulai menjalankan tahapan awal pembangunan Extension 1 Trafo Bay dan pemasangan trafo berkapasitas 30 MVA di Gardu Induk (GI) 150 kV Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Proyek yang dikerjakan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Timur 4 (UPP KLT 4) bersama mitra kerja PT Citra Bakti Persada (CBP) ini bertujuan memperkuat sistem transmisi dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan berkembang dan kawasan industri.
General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, mengatakan GI Satui menjadi salah satu titik vital untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik di Kalimantan Selatan. “Penambahan trafo ini akan memperkuat kapasitas sistem dan mendukung pasokan listrik baik untuk pelanggan lama maupun kebutuhan baru,” ujar Raja, Selasa (2/7).
Manager PLN UPP KLT 4, Rizal Hikmhtiar, menambahkan pekerjaan awal proyek dilakukan dengan hati-hati. “Kami pastikan seluruh proses awal, mulai pengukuran hingga pembersihan lokasi, sesuai standar teknis. Ini penting untuk mencegah kendala pada tahap konstruksi,” katanya.
Assistant Manager Pengendalian Proyek PLN UPP KLT 4, Andri, menjelaskan tim teknis telah melakukan survei dan pembersihan area serta verifikasi detail di lapangan. “Kami memastikan kontur tanah, jalur kabel, hingga akses alat berat sudah diverifikasi dengan baik, sehingga potensi konflik desain bisa dihindari,” jelas Andri.
Kehadiran Srikandi PLN di lapangan juga menjadi sorotan. Salah satunya Evytabela Ayu Kristina yang turun langsung melakukan pengecekan teknis. “Terlibat langsung di lapangan membuktikan bahwa perempuan juga mampu mengambil peran penting dalam proyek strategis. Di PLN, kolaborasi laki-laki dan perempuan berjalan setara,” tutur Evytabela.
Partisipasi aktif perempuan PLN ini menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan. Dengan rampungnya proyek trafo berkapasitas 30 MVA di GI Satui nanti, penyaluran daya ke pelanggan di Kalimantan Selatan diharapkan semakin kuat dan stabil. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas nasional melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).












