Soal Sampah Plastik Diduga dari GOR Kadrie Oening, Lurah Sempaja Selatan Sebut Warganya Sudah Lapor Tiga Kali

Samarinda12 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Persoalan sampah plastik yang diduga berasal dari aktivitas di GOR Kadrie Oening, Stadion Sempaja, kembali menuai keluhan warga. Lurah Sempaja Selatan, Deny Wahyudi, mengungkapkan sudah tiga kali pihaknya menerima laporan terkait tumpukan sampah di Jalan Perjuangan yang terbawa hingga ke saluran air dan Sungai Karang Mumus (SKM).

“Ini kasus yang ketiga sejak 2024. Sampah botol plastik dengan volume besar, terakhir itu sampai tiga truk dibersihkan di Jembatan Perjuangan oleh DLH bersama relawan Hantu Banyu,” kata Deny, Jumat (16/8).

Deny menjelaskan, sampah yang kerap menumpuk itu kerap menyumbat saluran air di belakang permukiman warga. Hasil penelusuran kelurahan mengarah pada aktivitas di Stadion Sempaja.

“Kami hampir menemukan indikasi bahwa volume sampah terbesar memang dari venue di Stadion Sempaja, khususnya GOR Kadrie Oening. Apalagi saat event besar, terutama Minggu ketika ada kuliner, sampah sering berserakan di TPS sekitar stadion,” ujarnya.

Keluhan warga juga disampaikan Ridwan Salam, warga RT 29. “Kelihatannya sampah-sampah yang masuk ke sungai besar itu dari GOR. Kami minta betul-betul diperhatikan karena dampaknya langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Kondisi serupa disampaikan Anang Rivani dari RT 30. Ia menyebut saat hujan atau air pasang, tumpukan sampah bisa menutup jembatan hingga setinggi dua meter. “Karena tidak bisa hanyut, akhirnya bagian kebersihan di RT yang harus memunguti dan membuangnya,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Endang Liansyah, memastikan sudah ada langkah penanganan awal. “Sampah yang diduga dibuang ke drainase sudah dibersihkan petugas. Besoknya kita akan kirim tim DLH dan Penataan untuk verifikasi. Kalau terbukti benar dari pengelola GOR, tentu ada sanksi,” tegas Endang.