Smart City IKN Naik Level, Otorita Teken Kontrak Hibah dengan AS

IKN21 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk asistensi teknis solusi Smart City, Selasa (25/02/2026), di Kantor Otorita IKN. Kerja sama ini memperkuat perencanaan cetak biru Smart City IKN agar terintegrasi, siap investasi, dan implementatif.

Proyek senilai 2,49 juta dolar AS tersebut didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA). Lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat itu berfokus pada dukungan pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi. Hibah ini dinilai menjadi bentuk kepercayaan internasional terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Asistensi teknis yang diberikan akan menghasilkan sejumlah dokumen strategis, di antaranya Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, hingga Implementation Phasing Plan. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Proyek ini melibatkan konsorsium internasional yang dipimpin Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fondasi utama dalam pembangunan Nusantara.

“Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, menilai Nusantara berpeluang melampaui konsep kota cerdas konvensional.

“Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik. Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujarnya.

Pada hari yang sama, turut digelar rapat proyek perdana yang dihadiri Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna, bersama jajaran konsorsium.

Melalui dukungan hibah dan kolaborasi lintas sektor ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya agar pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga ditopang sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan. Cetak biru yang disusun diharapkan menjadi landasan implementasi Smart City yang konkret sekaligus model percontohan bagi pengembangan kota cerdas di tingkat nasional maupun global.