Metroikn, Balikpapan – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kota Balikpapan tahun 2025 tercatat mencapai Rp479 miliar. Angka ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan, Senin (6/4/2026), bersamaan dengan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota.
SiLPA muncul sebagai selisih antara realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah selama satu tahun anggaran. Dalam laporan, pendapatan daerah terealisasi Rp4,13 triliun atau 97,10 persen dari target, sementara belanja mencapai Rp4,27 triliun atau 89,9 persen dari target Rp4,75 triliun. Pembiayaan daerah justru melampaui target, yakni Rp614 miliar atau 124,84 persen.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa keberadaan SiLPA merupakan hal yang biasa terjadi, terutama akibat kegiatan yang tidak terserap penuh. “SiLPA itu pasti akan ada. Pertama dari sisa tender, karena ada beberapa lelang,” ujar Bagus usai rapat.
Ia menjelaskan, sebagian besar SiLPA muncul karena pengadaan barang dan jasa yang tidak selesai serta proyek fisik yang waktunya berdekatan dengan penutupan tahun anggaran. Hal ini membuat sebagian anggaran tidak bisa langsung dialihkan untuk kegiatan baru. “Ada kegiatan yang mendekati tutup tahun anggaran dan tidak bisa dikerjakan karena akan terjadi keterlambatan,” lanjutnya.
Meski begitu, Bagus menegaskan, kondisi keuangan daerah tetap aman dan surplus. “Kita alhamdulillah tidak defisit, malah surplus,” ujarnya.
Keberadaan SiLPA juga menjadi sorotan DPRD. Dalam pembahasan LKPJ, fokus akan diberikan pada efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program, termasuk memastikan anggaran terserap optimal di tahun berikutnya. Evaluasi ini penting untuk memperbaiki manajemen proyek agar tidak ada anggaran terbuang sia-sia, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD.
Bagus menambahkan bahwa rapat ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan legislatif untuk menyelaraskan program prioritas, sehingga setiap rupiah yang digelontorkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Balikpapan.
(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)









