Metroikn, Samarinda – Setahun berjalan, Program Pendidikan Gratis atau Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dibedah dari dalam. Program yang sejak awal pemerintahan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji ini disambut antusias mahasiswa, kini masuk tahap evaluasi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan pelayanannya semakin rapi.
Di banyak kampus, Gratispol menjadi kabar baik yang cepat menyebar dari mulut ke mulut. Mahasiswa yang sebelumnya pusing memikirkan Uang Kuliah Tunggal (UKT), perlahan bisa bernapas lega. Namun di balik itu, catatan teknis di lapangan juga bermunculan. Ada yang mengeluhkan keterlambatan pencairan, ada yang kebingungan dengan alur administrasi, hingga layanan pengaduan yang belum sepenuhnya responsif.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut tahun pertama masa jabatan mereka memang difokuskan untuk memastikan program-program prioritas benar-benar berjalan dan bisa dirasakan masyarakat.
“Selama satu tahun ini, kami fokus menjalankan program-program utama yang telah dijanjikan. Pendidikan gratis, termasuk UKT gratis bagi mahasiswa, layanan kesehatan melalui BPJS, hingga program gratis untuk marbot sudah mulai kami realisasikan,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, Gratispol sebagai program baru tentu membutuhkan penyesuaian, terutama pada sistem dan tata kelola di internal pemerintahan maupun di perguruan tinggi.
“Kami menyadari masih ada kekurangan. Karena itu, sistemnya terus kami perbaiki agar pelayanan semakin baik. Program sebesar ini tidak bisa langsung sempurna, tetapi kami berkomitmen untuk terus menyempurnakannya,” kata Seno Aji.
Evaluasi ini bukan hanya soal melihat kekurangan, tetapi juga membaca besarnya harapan masyarakat. Banyak mahasiswa yang menggantungkan kelanjutan studinya pada program ini. Karena itu, Pemprov Kaltim mulai menyiapkan perluasan cakupan manfaat Gratispol pada 2026.
Sedikitnya 124 ribu mahasiswa ditargetkan bisa menerima manfaat, seiring rencana penambahan anggaran dan pembenahan sistem pendukung agar prosesnya lebih cepat dan tertata.
“Tidak mudah menjalankan program dalam skala besar dalam waktu singkat. Tapi kami tetap berkomitmen untuk memperluas manfaatnya dan memastikan program ini berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain pendidikan, Pemprov Kaltim juga mencatat sejumlah program lain yang mulai berjalan dalam setahun terakhir, seperti layanan kesehatan gratis, internet gratis di desa, hingga program perjalanan religi tanpa biaya bagi masyarakat.
Seno Aji pun berharap masyarakat tetap memberi masukan agar kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah bisa semakin tepat sasaran.
“Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kaltim agar program kerja pemerintah provinsi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,” tutupnya.












