Serapan APBD PPU Rendah, BKAD Jelaskan Faktor dan Langkah Strategis Peningkatannya

PPU14 Dilihat

metroikn, PENAJAM – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Penajam Paser Utara (PPU) tengah berupaya menjalankan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan serapan APBD PPU. Mulai dari mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan percepatan belanja. Hingga melakukan identifikasi untuk belanja – belanja yang belum terlaksana di APBD murni dan APBD Perubahan 2024.

Kepala BKAD PPU Muhajir menjelaskan, upaya ini sebagai langkah menanggapi rendahnya realisasi APBD PPU 2024. Di mana untuk serapan realisasi anggaran hingga awal September masih dikisaran 41 persen. sejumlah faktor disebutkannya menjadi sebab rendahnya serapan tersebut.

“Pertama, rendahnya realisasi tersebut lantaran adanya kombinasi antara pagu APBD Murni dengan Perubahan – APBD. Terdapat penambahan belanja kurang lebih sekitar Rp 500 miliar di P-APBD,” ungkap Muhajir, Senin (2/9/2024).

Hal tersebut berdampak pada realisasi APBD PPU 2024 turun kembali. Di mana estimasi awal serapan APBD PPU 2024 di angka Rp2,6 triliun dan bisa lebih tinggi. Namun karena ada penambahan belanja saat ini yang menjadikan APBD di angka Rp 3,1 triliun, memengaruhi realisasi secara keseluruhan.

“Kalau terkait APBD murni, rata – rata progress pekerjaan lelang berjalan di lapangan. Namun, terdapat beberapa pihak ketiga yang belum melakukan proses penagihan pembayarannya. Artinya terminnya belum diajukan. Itu yang menyebabkan rendah,” jelasnya.

Lalu di Perubahan APBD juga terdapat alokasi tambahan yang juga sedang berproses. Mengingat rata – rata pekerajaannya bukan pekerjaan fisik. Melainkan pekerjaan yang sifatnya belanja e-katalog. “Kita optimis hal itu juga dapat mempercepat proses serapannya,” jelasnya.

Lantas kapan realisasi serapan akan tampak signifikan? Muhajir memastikan realiasasi akan tampak tinggi diperkirakan mulai Oktober hingga Desember mendatang. Sebab untuk Perubahan APBD memang kemungkinan besar kontrak akan berakhir rata – rata di bulan tersebut. “Jika sifatnya itu e- katalog, kemungkinan diperkirakan di November,” tegasnya. (adv)