Sempat Tertunda, 148 Pejabat Pemkot Samarinda Akhirnya Dilantik

Wali Kota Ajak Sikapi Mutasi Jabatan Dengan Biasa

Samarinda32 Dilihat

metroikn, Samarinda – 148 pejabat jabatan pimpinan tinggi pratama serta administrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akhirnya dilantik pada Selasa 14 Mei 2024.

Tadinya, pelantikan para pejabat ini dijadwalkan pada 22 Maret 2024. Namun harus ditunda karena belum disetujui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengklarifikasi penundaan pelantikan para pejabatnya. Alasannya karena proses rotasi dan mutasi saat itu terbentur dengan ketentuan yang termaktub dalam Surat Edaran (SE) Mendagri.

Dalam aturan menegaskan bahwa daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak diperkenankan melakukan mutasi, rotasi, dan demosi tanpa seizin Mendagri.

“Secara administrasi menurut Kemendagri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yang kita lakukan sudah benar, hanya ada perbedaan cara pandang mengenai penafsiran tanggal 21 atau 22 Maret sebagai enam bulan sebelum penetapan calon Pilkada 2024,” jelas Andi Harun usai pelantikan di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

Meski demikian, ia memastikan seluruh formasi pejabat yang dilantik sekarang tidak mengalami perubahan dari usulan sebelumnya. Sehingga ratusan pejabat yang mengalami mutasi dan rotasi jabatan telah sesuai prosedur atas izin Mendagri.

“Jadi saya ingatkan mari menyikapi hal ini dengan biasa-biasa saja, karena yang kita lakukan memenuhi syarat dan prosedur,” pesannya.

Masih dalam kesempatan itu, Andi Harun tak luput menekankan pentingnya kesungguhan para pejabat yang dilantik untuk menjalankan amanah dengan memberikan pelayanan prima dan berkualitas kepada masyarakat.

Mutasi jabatan ini, katanya, bertujuan untuk penyegaran organisasi dan me-review struktur organisasi guna memperbaiki dan menyempurnakan sistem yang ada. Harapannya, struktur organisasi pemerintahan tetap responsif menghadapi tantangan di berbagai bidang.

“Para pejabat yang dilantik diharapkan menempati jabatan baru sebagai bentuk pengayaan dan peningkatan wawasan. Mutasi tidak hanya fokus dalam satu sektor, tetapi juga mengimplementasikan mutasi lintas sektor,” tutup Andi Harun.